Kereta Khusus Petani & Pedagang KAI: Rute, Tarif Murah, dan Jadwal Luncur November 2025

- Senin, 03 November 2025 | 10:45 WIB
Kereta Khusus Petani & Pedagang KAI: Rute, Tarif Murah, dan Jadwal Luncur November 2025
KAI Siapkan Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Diluncurkan November 2025

KAI Siapkan Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Diluncurkan November 2025

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, melaporkan kesiapan layanan kereta khusus petani dan pedagang kepada Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan ini membahas dukungan untuk penguatan ekonomi rakyat.

Bobby Rasyidin menyatakan bahwa Presiden Prabowo sangat mendukung inisiatif kereta khusus petani dan pedagang ini. "Beliau sangat mendukung sekali, karena ini adalah mensupport untuk ekonomi rakyat di bawah," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025).

Presiden Prabowo Perintahkan Penambahan Kapasitas Kereta

Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan arahan langsung untuk meningkatkan kapasitas dan jaringan layanan. Saat ini, armada yang disiapkan berjumlah delapan unit kereta.

"Kita baru ada delapan unit kereta, tapi pasti akan kita tambah dan terutama jalurnya akan kita tambah ke depannya," tegas Bobby Rasyidin.

Rute dan Jam Operasi Kereta Petani & Pedagang

Peluncuran tahap awal akan dilakukan di Merak. Jam operasi kereta akan disesuaikan dengan aktivitas para petani dan pedagang, yaitu pada pagi dan sore hari.

Rute awal layanan ini akan melayani perjalanan hingga Rangkasbitung. Rencana selanjutnya adalah memperpanjang rute hingga Stasiun Tanah Abang. Untuk rute ke Tanah Abang, akan menggunakan kereta tersendiri dan tidak digandeng dengan KRL.

Tarif Lebih Murah dan Target Peluncuran November 2025

KAI menargetkan peluncuran layanan kereta khusus petani dan pedagang pada bulan November 2025. Tarif yang ditawarkan akan lebih murah untuk mendukung mobilitas dan usaha masyarakat. Kepastian detail mengenai tarif dan jadwal masih dalam tahap persiapan akhir.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar