Trump Yakin Arab Saudi Akan Ikut Perjanjian Abraham, Benarkah?

- Senin, 03 November 2025 | 20:20 WIB
Trump Yakin Arab Saudi Akan Ikut Perjanjian Abraham, Benarkah?

Trump Yakin Arab Saudi Akan Bergabung Perjanjian Abraham dengan Israel

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Arab Saudi akan bergabung dalam Perjanjian Abraham untuk berdamai dengan Israel. Pernyataan ini disampaikan Trump meskipun Arab Saudi secara konsisten menolak normalisasi hubungan hingga persyaratan berdirinya negara Palestina terpenuhi.

Pernyataan Trump tentang Arab Saudi dan Perjanjian Abraham

Dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi CBS, Trump mengungkapkan optimisme mengenai kemungkinan Arab Saudi bergabung Perjanjian Abraham. "Saya kira dia (Saudi) akan bergabung. Saya kira kita akan menemukan solusinya," kata Trump.

Penolakan Arab Saudi dan Solusi Dua Negara

Pernyataan Trump ini menanggapi komentar Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) yang menegaskan negaranya tidak akan bergabung Perjanjian Abraham tanpa solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina. Menanggapi hal ini, Trump menyatakan: "Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi dua negara, itu akan bergantung pada Israel, orang lain, dan saya."

Hubungan Trump dengan Netanyahu

Trump juga mengungkapkan pendekatannya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa ia tidak akan terus-menerus menekan Netanyahu untuk mengakui negara Palestina. Trump memuji Netanyahu sebagai "pemimpin yang sangat berbakat" dan menyebutnya "baik-baik saja" dalam konteks perundingan perdamaian.

"Dia adalah Perdana Menteri masa perang. Saya bekerja sama sangat baik dengannya. Saya perlu sedikit mendesaknya, dengan cara apa pun. Saya rasa saya telah melakukan tugas yang hebat dalam mendesaknya," tambah Trump mengenai hubungannya dengan Netanyahu.

Trump menegaskan bahwa Netanyahu adalah pemimpin yang tidak mudah didesak, namun justru itulah yang dibutuhkan Israel saat ini. "Sebenarnya, orang seperti itulah yang dibutuhkan di Israel saat ini. Dia sangat penting," pungkas Trump.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler