Zohran Mamdani: Calon Muslim yang Bisa Ukir Sejarah Pilwalkot New York 2025

- Selasa, 04 November 2025 | 08:05 WIB
Zohran Mamdani: Calon Muslim yang Bisa Ukir Sejarah Pilwalkot New York 2025

Pilwalkot New York 2025: Zohran Mamdani, Calon Muslim Siap Ukir Sejarah

Pemilihan Wali Kota New York 2025 resmi digelar pada Selasa, 4 November 2025. Zohran Mamdani, calon dari Partai Demokrat, tampil sebagai favorit berdasarkan hasil polling terbaru, unggul atas tiga kandidat lainnya. Sejarah baru akan tercipta jika Mamdani terpilih, karena ia akan menjadi Wali Kota New York pertama yang beragama Islam.

Rekor Pemungutan Suara Awal dan Isu Krusial

Komisi Pemilihan Umum Kota New York melaporkan lebih dari 735.000 surat suara telah masuk selama masa pemungutan suara awal, sebuah rekor baru untuk pilwalkot. Tingginya partisipasi ini didorong oleh persaingan sengit yang menjadi sorotan media nasional AS. Figur Mamdani tidak hanya mewakili Partai Demokrat, tetapi juga menjadi simbol bagi suara umat Islam dan imigran di New York.

Dalam kampanyenya, Mamdani mengusung isu keterjangkauan hidup sebagai agenda utama. Ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk fitnah dari lawan politik yang mencoba mengaitkannya dengan kelompok ekstremis. Meski demikian, dukungan terhadapnya tetap kuat.

Visi dan Program Unggulan Zohran Mamdani

Mamdani berkomitmen memperjuangkan sejumlah kebijakan progresif untuk warga New York, termasuk:

  • Pembekuan sewa bagi penghuni perumahan dengan sewa stabil.
  • Layanan penitipan anak universal gratis.
  • Sistem bus gratis.
  • Pembukaan toko swalayan pemerintah untuk menekan harga bahan makanan.

Seluruh program ini akan didanai melalui kenaikan tarif pajak perusahaan menjadi 11,5% dan penerapan pajak penghasilan 2% bagi warga berpenghasilan di atas 1 juta dolar AS per tahun.

Profil dan Pesaing Utama Mamdani

Pesaing terberat Mamdani adalah mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, yang mencalonkan diri sebagai independen setelah kalah dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Cuomo mengandalkan pengalaman puluhan tahun di pemerintahan, termasuk memimpin New York selama pandemi Covid-19. Namun, citranya tercoreng oleh sejumlah kontroversi, termasuk tuduhan pelecehan seksual.

Di kubu Partai Republik, Curtis Sliwa juga turut bersaing. Dinamika pilwalkot ini semakin menarik dengan campur tangan Presiden Donald Trump yang mendukung Cuomo dan mengkritik keras Mamdani dengan sebutan "komunis". Trump bahkan mengancam akan memotong dana federal untuk New York jika Mamdani menang.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler