Tukang Es Gabus Viral Bohongi Dedi Mulyadi Soal Rumah, Ini Fakta yang Terungkap

- Jumat, 30 Januari 2026 | 03:00 WIB
Tukang Es Gabus Viral Bohongi Dedi Mulyadi Soal Rumah, Ini Fakta yang Terungkap
Fakta Terungkap! Tukang Es Gabus Viral Bohongi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soal Rumah

Dedi Mulyadi Syok, Tukang Es Gabus Viral Ternyata Bohong Soal Status Rumah

PARADAPOS.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merasa dibohongi oleh Suderajat (50), pedagang es gabus yang sebelumnya viral karena kasus tuduhan spons di dagangannya. Kebohongan Jajat soal kondisi tempat tinggalnya akhirnya terungkap dan membuat sang gubernur syok.

Dari Viral ke Simpati

Suderajat atau Jajat menjadi sorotan publik setelah videonya dituduh menjual es mengandung spons oleh oknum aparat di Kemayoran, Jakarta Pusat, viral. Setelah pemeriksaan membuktikan dagangannya aman, Jajat mendapat simpati dan banjir bantuan, termasuk dari Gubernur Dedi Mulyadi.

Pengakuan Palsu ke Dedi Mulyadi

Dalam pertemuan, Jajat mengaku kepada Dedi Mulyadi bahwa ia hanya tinggal di kontrakan di daerah Citayam dengan biaya Rp 850 ribu per bulan. Ia juga bercerita pilu bahwa orang tuanya menjual rumah warisan di Mangga Besar dan ia hanya mendapat bagian Rp 200 ribu.

Fakta Sebenarnya Diumumkan Ketua RW

Kebenaran terungkap ketika Ketua RW setempat, Rawapanjang, Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa Suderajat justru tinggal di rumah miliknya sendiri sejak 2007. Rumah tersebut adalah pemberian dari almarhum orang tuanya, dan saat ini sedang mendapat bantuan perbaikan (rutilahu).

Reaksi Kecewa Dedi Mulyadi

Mendengar penjelasan itu, Dedi Mulyadi langsung menyatakan kekecewaannya. "Babeh bilangnya ngontrak, bohong sih. Beh, kenapa sih babeh bohong terus?" tegur Dedi. Ia menekankan bahwa kebohongan itu bukan hanya masalah personal, tetapi juga merupakan bentuk ketidakhormatan kepada orang tua yang telah memberikannya rumah.

Meski Jajat berkilah bahwa rumahnya dalam kondisi hancur dan meminta maaf, Dedi Mulyadi tetap menegur prinsipnya. "Gak apa-apa sama saya gak masalah, tapi babeh berdosa sama orang tuanya," pungkas Gubernur Jabar itu.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar