PARADAPOS.COM - Dua calon jemaah haji asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, terpaksa batal melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026) dini hari. Keduanya, yang tergabung dalam Kloter 1 Embarkasi Makassar, dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan setelah menjalani pemeriksaan akhir di Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Kondisi Kesehatan Jadi Penghalang
Keputusan pembatalan ini diambil berdasarkan pertimbangan medis yang ketat demi keselamatan jemaah. Jemaah pertama, seorang perempuan berusia 32 tahun bernama Sabriati, terdeteksi sedang mengandung dengan usia kehamilan 10 minggu. Sementara itu, jemaah kedua, Rahmi Miden (47), harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisi fisiknya yang tiba-tiba menurun drastis menjelang waktu keberangkatan.
Aturan Kehamilan dan Prosedur Penundaan
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Sulsel, Ikbal Ismail, memberikan penjelasan rinci mengenai penanganan kasus ini. Ia menegaskan bahwa pembatalan bagi jemaah yang hamil muda merupakan protokol standar keselamatan penerbangan. Aturan yang berlaku hanya mengizinkan ibu hamil dengan usia kandungan antara 16 hingga 24 minggu untuk melakukan penerbangan jarak jauh.
Ikbal Ismail kemudian mengungkapkan respons tak terduga dari jemaah yang bersangkutan. "Jemaah yang hamil ditunda keberangkatannya untuk tahun depan. Menariknya, meski batal, jemaah yang bersangkutan justru sangat bersyukur secara psikis karena ini merupakan kehamilan pertama setelah delapan tahun menanti," tuturnya di lokasi.
Peluang Berangkat di Kloter Berikutnya
Untuk jemaah yang sakit, prosedur yang diambil sedikit berbeda. Ikbal menyatakan bahwa tim kesehatan masih terus memantau perkembangan kondisi Rahmi Miden di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Ada kemungkinan baginya untuk tetap berangkat jika kesehatannya pulih dengan cepat dan terdapat kursi kosong pada kloter berikutnya.
Informasi ini dikuatkan oleh konfirmasi dari Ketua Kloter 1, Mulyadi. Ia menyebut bahwa kedua kursi yang kosong tersebut tidak akan diisi oleh pendaftar cadangan, sehingga memberikan celah bagi jemaah yang sakit untuk menyusul. Keputusan keluarga pun telah diambil terkait hal ini.
Mulyadi melanjutkan, "Tadi sudah koordinasi, suaminya tetap berangkat duluan dan sang istri sudah ikhlas untuk menjalani pemulihan kesehatan di Makassar. Informasi yang kami terima, beliau mengalami gangguan kesehatan bagian dalam."
Dampak pada Komposisi Kloter
Dengan adanya pembatalan ini, jumlah akhir jemaah Kloter 1 yang berhasil terbang menjadi 391 orang, termasuk di dalamnya para petugas kloter. Suasana di Asrama Haji Sudiang pagi itu pun diwarnai dengan perasaan campur aduk antara antusiasme keberangkatan dan keprihatinan atas dua rekan yang tertinggal.
Pesawat yang membawa rombongan akhirnya tinggal landas dari Bandara Sultan Hasanuddin sesuai jadwal, menandai dimulainya gelombang pemberangkatan haji dari wilayah timur Indonesia. Sementara itu, persiapan untuk menyambut kedatangan Kloter 2 dari Kabupaten Sidrap telah dimulai, mengisi kembali asrama dengan harapan dan doa baru.
Artikel Terkait
16.757 Jemaah Haji Indonesia Timur Akan Berangkat dari Makassar Mulai April 2026
22 April: Hari Bumi, KTT Asia-Afrika, dan Jejak Sejarah Dunia dalam Satu Tanggal
Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Darurat ke Korban Kebakaran di Parepare
Pegadaian Umumkan Harga Buyback Emas Tiga Merek Utama per 22 April 2026