SDN II Gandawesi Masuk Prioritas Revitalisasi 2026 Usai Viral di Medsos

- Rabu, 22 April 2026 | 03:25 WIB
SDN II Gandawesi Masuk Prioritas Revitalisasi 2026 Usai Viral di Medsos

PARADAPOS.COM - Pemerintah pusat menetapkan SDN II Gandawesi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sebagai salah satu prioritas program revitalisasi sekolah pada tahun anggaran 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, usai meninjau kondisi sekolah tersebut. Penetapan ini merupakan respons atas viralnya kondisi bangunan sekolah yang dinilai tidak layak dan berdampingan dengan fasilitas dapur pemerintah yang lebih baru, yang memicu kekhawatiran publik mengenai keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.

Komitmen Pemerintah untuk Perbaikan Infrastruktur

Dalam kunjungan kerjanya ke Majalengka, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat. Target nasional untuk tahun 2026 pun ditingkatkan secara signifikan.

“Kami telah memasukkan SDN II Gandawesi sebagai target revitalisasi 2026. Sekolah tersebut segera direhab agar aman dan layak digunakan,” jelas Fajar.

Menurutnya, pemerintah menargetkan revitalisasi sekitar 71.000 sekolah di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Angka ini melonjak jauh dibandingkan capaian tahun 2025 yang hanya merampungkan perbaikan sekitar 16.000 sekolah. Langkah percepatan ini disebutnya selaras dengan prioritas pemerintahan saat ini untuk memperkuat fondasi pendidikan dasar.

Tak Hanya Perbaikan Fisik, Tapi Juga Dukungan Teknologi

Program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik gedung. Pemerintah juga menyiapkan bantuan perangkat teknologi pembelajaran berupa papan tulis digital interaktif atau Interactive Flat Panel yang akan didistribusikan secara bertahap. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong transformasi digital dan meningkatkan partisipasi aktif siswa di dalam kelas.

Selain SDN II Gandawesi, perhatian juga diberikan kepada SDN 4 Majalengka yang memiliki status cagar budaya. Sekolah ini memerlukan penanganan khusus agar kelestarian bangunan bersejarah tersebut tetap terjaga, sementara standar keamanan untuk kegiatan belajar juga terpenuhi. Dengan merevitalisasi kedua sekolah ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas layanan pendidikan di wilayah Majalengka.

“Kehadiran negara harus dirasakan siswa. Mereka berhak belajar di ruang yang aman dan bermartabat,” tegas Fajar.

Viral di Media Sosial Picu Perhatian

Sebelumnya, kondisi SDN II Gandawesi menjadi sorotan setelah foto dan videonya beredar luas di media sosial. Tampak kontras yang mencolok antara bangunan sekolah yang kusam dan beberapa bagiannya rusak, dengan bangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekitarnya yang terlihat lebih baru dan terawat. Perbandingan visual ini memicu diskusi publik yang mempertanyakan alokasi dan prioritas pembangunan infrastruktur pendidikan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa ruang kelas memang menunjukkan tanda-tanda kerusakan, mulai dari dinding yang kusam hingga bagian atap yang sudah kurang layak. Sementara itu, fasilitas dapur pemerintah di area yang sama justru berdiri dengan konstruksi yang lebih baik dan cat yang masih segar.

Respons Pihak Sekolah

Menanggapi hal ini, Kepala SDN II Gandawesi, Nina Sophia, menyatakan pihaknya memahami perhatian masyarakat. Ia meminta publik untuk melihat persoalan ini secara lebih utuh, mengingat proses pengajuan perbaikan ruang kelas telah berlangsung sejak sebelum ia menjabat.

“Saya ambil sisi positifnya saja. Mungkin karena berdampingan dengan bangunan yang terlihat baru dan bagus, jadi perbandingannya cukup mencolok,” ungkapnya.

Nina menjelaskan bahwa pengajuan perbaikan untuk ruang kelas yang rusak telah mendapat respons dari Dinas Pendidikan setempat. Bahkan, sebelum libur Lebaran, tim dari dinas telah melakukan pengukuran terhadap tiga ruang kelas yang rusak sebagai langkah awal persiapan perbaikan.

“Sudah ada perhatian dari dinas. Tinggal tindak lanjutnya saja. Saya baru di sini, tapi proses pengajuan sudah berjalan sebelumnya,” tutupnya.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar