PARADAPOS.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menekankan bahwa keseimbangan karakter pemain menjadi fondasi utama dalam membangun skuad yang kompetitif menuju Piala Asia 2027. Menurutnya, kemampuan teknis semata tidaklah cukup untuk bersaing di turnamen sebesar itu. Pernyataan ini ia sampaikan dalam sebuah wawancara yang dikutip dari kanal YouTube resmi Timnas Indonesia, menyoroti pentingnya aspek non-teknis dalam pembentukan tim.
Seni Memilih Pemain di Atas Lapangan
Herdman menjelaskan bahwa proses seleksi pemain bukanlah sekadar mencari individu dengan skill terbaik. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai sebuah seni—seni melatih, seni memilih, dan seni membangun tim. Di lapangan, ia harus meramu berbagai tipe kepribadian agar bisa berpadu menjadi satu kesatuan yang solid.
"Tidak ada satu manusia sempurna yang memiliki semua kualitas tersebut. Dan inilah mengapa tim adalah suatu tim," ungkap arsitek asal Inggris tersebut.
Pernyataan ini mencerminkan pengalamannya menangani tim di level internasional. Herdman paham betul bahwa turnamen besar seperti Piala Asia kerap dimenangkan oleh tim yang paling kompak, bukan sekadar tim yang penuh bintang individu.
Karakter sebagai Fondasi Tim Nasional
Dalam pandangannya, membangun tim nasional membutuhkan perpaduan banyak karakter berbeda. Ia menekankan bahwa seorang pemain mungkin unggul dalam teknik, tetapi tanpa mental juara dan kemampuan beradaptasi, potensi itu bisa sia-sia. Keseimbangan inilah yang terus ia cari selama proses pemusatan latihan.
"Maksud saya, saya pikir ini adalah seni melatih, seni memilih pemain, seni membangun tim. Anda harus mendapatkan keseimbangan dari semua pemain itu," ujar Herdman dalam kesempatan yang sama.
Suasana di ruang ganti dan interaksi antarpemain menjadi indikator penting baginya. Ia kerap mengamati bagaimana para pemain saling mendukung saat latihan atau menghadapi tekanan. Hal-hal kecil seperti itu, menurutnya, justru menjadi penentu saat laga berlangsung ketat.
Dengan target Piala Asia 2027 yang masih beberapa tahun lagi, Herdman memiliki waktu untuk meramu formula yang tepat. Ia tak ingin terburu-buru memilih pemain hanya berdasarkan nama besar atau performa di klub. Sebaliknya, ia lebih mengutamakan bagaimana seorang pemain bisa berkontribusi bagi dinamika tim secara keseluruhan.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen, Perkuat Stabilitas Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global
Harga Pertamax Resmi Naik Rp3.950 per Liter per Hari Ini, Pertalite dan Biosolar Tetap Stabil
KPK Sita Rp1,9 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim
Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik, Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik