PARADAPOS.COM - Tepat pada tanggal 30 Mei, beberapa peristiwa besar menandai perubahan peta politik dan olahraga dunia. Mulai dari jatuhnya Jayakarta ke tangan VOC pada 1619, pengasingan Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte ke Pulau Elba pada 1814, hingga sanksi pembekuan yang dijatuhkan FIFA kepada PSSI pada 2015, hari ini menyimpan catatan sejarah yang beragam.
Jayakarta Takluk, Batavia Lahir
Pertempuran pada 30 Mei 1619 menjadi titik balik di Nusantara. Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal VOC, berhasil menaklukkan Jayakarta. Nama kota itu pun diganti menjadi Batavia. Peristiwa ini dianggap sebagai salah satu tonggak lahirnya Batavia, yang kelak menjadi Jakarta, ibu kota Indonesia.
Sebelum dikuasai Belanda, wilayah tersebut merupakan pelabuhan penting Kesultanan Banten. Di masa yang lebih awal, tempat ini dikenal sebagai Sunda Kalapa, pusat perdagangan Kerajaan Sunda. Dari Batavia, VOC mengendalikan seluruh aktivitas dagang, militer, dan politiknya di kepulauan ini.
Nama Batavia resmi digunakan dari sekitar tahun 1621 hingga 1942. Ketika Jepang menduduki Hindia Belanda, nama itu diganti menjadi Jakarta. Meski begitu, istilah "Betawi" tetap hidup hingga kini sebagai identitas budaya masyarakat setempat.
Napoleon Diasingkan ke Elba
Tiga puluh Mei 1814 menjadi hari yang kelam bagi Kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte. Ia resmi diasingkan ke Pulau Elba setelah kekalahan telak dalam peperangan di Eropa.
Napoleon, yang lahir pada 15 Agustus 1769, dikenal sebagai salah satu pemimpin militer paling brilian. Ia memimpin Prancis dalam serangkaian Perang Napoleon dan sempat menguasai sebagian besar Eropa kontinental. Namun, ambisinya harus pupus. Ia dipaksa turun takhta dan dibuang ke Elba.
Meski sempat kembali berkuasa pada 1815 dalam periode yang disebut "Seratus Hari", Napoleon kembali dikalahkan dalam Pertempuran Waterloo. Ia kemudian diasingkan ke Pulau Saint Helena yang lebih terpencil hingga wafat pada 1821.
FIFA Membekukan PSSI
Peristiwa lain yang tak kalah penting terjadi pada 30 Mei 2015. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjatuhkan sanksi pembekuan terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Sanksi itu dipicu oleh konflik antara PSSI dan pemerintah Indonesia. FIFA menilai intervensi pemerintah terhadap organisasi sepak bola nasional telah melanggar statuta organisasi. Akibatnya, Indonesia tidak bisa mengikuti agenda resmi FIFA dan AFC, termasuk kompetisi internasional.
PSSI sendiri berdiri pada 19 April 1930 dengan nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Organisasi ini dipimpin pertama kali oleh Soeratin Sosrosoegondo. PSSI resmi menjadi anggota FIFA dan AFC pada 1952 serta mengelola berbagai kompetisi sepak bola nasional.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Peringatan 20 Tahun Lumpur Lapindo, Penyintas Gelar Ritual Sambang Buyut di Atas Tanggul
Presiden Prabowo Hasilkan Empat Kesepakatan Baru dengan Prancis di Sektor Energi, Perdagangan, dan Pertahanan
Harga Buyback Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Stagnan di Pegadaian, Sabtu 30 Mei 2026
PSG dan Arsenal Berebut Gelar Liga Champions di Final Budapest