Kepala BGN Baru Nanik S Deyang Minta Publik Awasi dan Koreksi Kinerjanya

- Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25 WIB
Kepala BGN Baru Nanik S Deyang Minta Publik Awasi dan Koreksi Kinerjanya

PARADAPOS.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru ditunjuk, Nanik S Deyang, secara terbuka meminta publik untuk mengoreksi setiap langkahnya dalam memimpin lembaga pelaksana program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Permintaan itu disampaikan dalam konferensi pers perdananya di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Kamis, 4 Juni 2026. Nanik yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN ini ditunjuk langsung oleh Presiden Prabowo pada Selasa, 2 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana yang resmi dicopot dari jabatannya. Pergantian pucuk pimpinan ini terjadi di tengah pengusutan kasus dugaan penyimpangan tata kelola program Makan Gizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung, yang bahkan telah melakukan penggeledahan di kantor BGN sehari setelah pergantian kepemimpinan.

Undangan Terbuka untuk Publik

Dalam suasana yang tampak formal namun penuh harap, Nanik S Deyang berdiri di hadapan awak media. Ia tidak hanya memperkenalkan diri, tetapi juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi kritik dan masukan dari masyarakat. Baginya, program sebesar MBG tidak bisa berjalan sendiri tanpa pengawasan publik.

"Mohon doanya, mohon dukungannya, dan mohon dikoreksi kalau kami salah," katanya dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Pernyataan ini menjadi sinyal awal bahwa Nanik ingin membangun budaya transparansi di internal BGN. Ia menekankan bahwa lembaganya sangat membutuhkan partisipasi aktif dari publik untuk memastikan program Makan Gizi Gratis berjalan tepat sasaran.

Komitmen Komunikasi Berkala

Tak hanya sekali, Nanik berjanji akan rutin menggelar pertemuan dengan media. Ia menyadari bahwa komunikasi yang intensif menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik di tengah dinamika yang tengah terjadi.

"Insyaallah kita bisa bertatap muka setiap minggu atau maksimal dua minggu sajalah, soalnya saya juga masih sidak ya," ucap Nanik.

Pernyataan itu disampaikan dengan nada ringan, namun mengandung pesan serius tentang komitmennya untuk tetap berada di lapangan. Sidak atau inspeksi mendadak, menurutnya, adalah cara untuk memastikan program berjalan sesuai harapan di titik-titik distribusi.

Latar Belakang Pergantian Kepemimpinan

Keputusan Presiden Prabowo untuk merombak pimpinan BGN tidak terjadi begitu saja. Pada Selasa, 2 Juni 2026, secara resmi Presiden mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Tak hanya itu, dua posisi Wakil Kepala BGN yang sebelumnya diisi oleh Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung juga ikut dirombak.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menyampaikan langsung keputusan ini di Istana Negara. Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S Deyang yang sebelumnya merupakan Wakil Kepala BGN. Untuk mengisi posisi wakil yang kosong, Presiden menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Gelombang Penggeledahan dan Penetapan Tersangka

Hanya berselang satu hari setelah pencopotan, Kejaksaan Agung bergerak cepat. Rabu, 3 Juni 2026, penyidik menggeledah kantor BGN yang berlokasi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Penggeledahan yang berlangsung sekitar 15 jam itu dimulai sejak pukul 02.00 WIB dini hari.

Yang menarik, penggeledahan dilakukan hanya beberapa jam setelah Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya resmi diberhentikan. Kini, ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas dugaan penyimpangan dalam tata kelola program Makan Gizi Gratis (MBG).

Suasana di sekitar kantor BGN pada hari penggeledahan tampak tegang. Petugas berseragam datang dan pergi, membawa dokumen-dokumen yang diduga terkait dengan kasus tersebut. Langkah Kejagung ini menjadi babak baru dalam pengusutan program yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Prabowo.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar