PARADAPOS.COM - Kementerian Sosial bersama Bank Mandiri menyalurkan bantuan peralatan sablon, laptop, dan pelatihan desain kepada pelaku UMKM di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Program ini diresmikan langsung oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo pada Sabtu lalu, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi warga di kawasan desa wisata dekat Candi Borobudur.
Kolaborasi Pemerintah dan Perbankan untuk UMKM
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemensos, Bank Mandiri, serta Pemerintah Desa Karanganyar. “Pada hari ini, untuk mendukung kelancaran program pemberdayaan sablon di Desa Karanganyar, Kemensos bersama Bank Mandiri berkolaborasi dengan Kepala Desa Karanganyar beserta masyarakat Karanganyar,” ujarnya di Magelang.
Desa Karanganyar sendiri tengah bertransformasi menjadi desa wisata. Letaknya yang strategis di dekat Candi Borobudur membuka peluang bagi warga untuk menawarkan wisata edukasi gerabah, kuliner, kopi, dan aneka suvenir. Namun, potensi ini belum tergarap maksimal karena keterbatasan modal, peralatan, serta keterampilan teknis yang dimiliki masyarakat.
Bantuan yang Diberikan
Untuk memperkuat sektor UMKM, Kemensos menyalurkan paket usaha sablon yang cukup lengkap. Bantuan tersebut meliputi dua printer DTF, dua oven curing atau heat press, satu rol kain teflon, satu unit laptop, satu paket alat peralatan sablon, tiga lembar PET film, lima tinta DTF, lima liter bubuk perekat, dan 120 kaos polos katun.
Bank Mandiri turut berkontribusi dengan menyerahkan satu unit laptop tambahan. Lebih dari sekadar perangkat keras, bank pelat merah ini juga berkomitmen memberikan pelatihan desain dan pemasaran digital kepada masyarakat. Harapannya, produk yang dihasilkan tidak hanya lebih variatif secara visual, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui kanal digital.
Senior Vice President Bank Mandiri, Sri Dono Indarto, menyampaikan optimisme bahwa bantuan ini akan berdampak nyata. Ia berharap, setelah mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial dan Bank Mandiri, masyarakat sekitar bisa merasakan pengembangan dari segala ekosistem di Borobudur.
Dampak Langsung bagi Warga
Kepala Desa Karanganyar, Suyatno, mengungkapkan bahwa selama ini banyak warganya bekerja sebagai penjual suvenir. Namun, mereka hanya mengambil barang dari pemasok lalu menjualnya kembali. Dengan peralatan sablon yang kini mereka miliki, warga bisa memproduksi sendiri barang dagangannya.
“Dengan peralatan sablon tersebut, warga bisa memproduksi sendiri dan mendapatkan untung lebih besar,” ungkap Suyatno.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan yang tepat. Alih-alih hanya menjadi pedagang perantara, warga kini bisa menjadi produsen. Nilai tambah yang diperoleh pun jauh lebih besar, sekaligus membuka lapangan kerja baru di lingkungan desa. Program ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara pemerintah, perbankan, dan masyarakat dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih berdaya saing.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Investor Abaikan Pendapatan Solid, Aksi Jual Besar-besaran Seret Kospi ke Zona Merah
Kia Uji Coba All-New Seltos ke Media Sebelum Meluncur di GIIAS 2026, Tawarkan ADAS Level 2
Spanyol dan Argentina Berebut Gelar Juara Piala Dunia 2026 di New York
Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Tewaskan Satu Prajurit, DPR Desak Investigasi Menyeluruh