Serangan Iran ke Pangkalan AS di Yordania Tewaskan Dua Tentara, Konflik Meluas ke Enam Negara

- Minggu, 19 Juli 2026 | 01:25 WIB
Serangan Iran ke Pangkalan AS di Yordania Tewaskan Dua Tentara, Konflik Meluas ke Enam Negara

PARADAPOS.COM - Serangan rudal balistik dan drone Iran terhadap pangkalan militer di Yordania pada Jumat, 17 Juli 2026, menewaskan dua personel militer Amerika Serikat dan menyebabkan satu lainnya dinyatakan hilang. Peristiwa ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang berlangsung sejak 7 Juli lalu, di mana Iran mengklaim serangan tersebut sebagai pembalasan atas gempuran AS di wilayahnya. Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi insiden ini, sementara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan ke enam negara Timur Tengah dalam satu hari yang sama.

Dua Tentara AS Tewas, Satu Hilang dalam Serangan di Yordania

Suasana tegang masih menyelimuti pangkalan militer AS di Yordania pasca serangan Jumat lalu. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu, 19 Juli 2026, Centcom mengungkapkan bahwa dua personel militer gugur saat pasukan AS bersama mitra mempertahankan diri dari gempuran rudal balistik dan drone Iran.

"Pada 17 Juli, dua personel militer AS di Yordania tewas dalam pertempuran saat Komando Pusat AS (Centcom) dan pasukan mitra mempertahankan diri dari serangan rudal balistik dan drone Iran," demikian bunyi pernyataan Centcom.

Centcom juga melaporkan bahwa empat personel lainnya mengalami luka-luka. Mereka sempat dirawat di rumah sakit setempat, namun kini sudah diperbolehkan pulang. Bahkan, personel dengan luka ringan disebut telah kembali bertugas. Sebagai bentuk penghormatan, identitas para prajurit yang gugur baru akan diumumkan 24 jam setelah pemberitahuan kepada keluarga terdekat.

IRGC Klaim Hantam Pusat Komando Musuh

Di sisi lain, IRGC dengan tegas menyatakan bahwa serangan mereka tepat sasaran. Mereka mengklaim telah meluncurkan 10 rudal balistik yang menghantam Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania.

"Sebagai hasil peluncuran 10 rudal balistik, pusat komando dan kendali musuh di Timur Tengah dan Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania dihantam," bunyi pernyataan IRGC.

IRGC pun memberi ancaman terbuka. Mereka menyatakan akan terus menyerang pangkalan-pangkalan lain di Timur Tengah jika AS masih melanjutkan agresi ke wilayah Iran.

Serangan Meluas ke Enam Negara

Eskalasi konflik ini tidak berhenti di Yordania. Iran mengumumkan bahwa mereka melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di enam negara Timur Tengah sepanjang Jumat. Negara-negara tersebut adalah Bahrain, Kuwait, Yordania, Suriah, Oman, dan Qatar. Langkah ini disebut sebagai respons atas gempuran AS pada Kamis malam hingga Jumat pagi yang menargetkan infrastruktur, rel kereta, hingga permukiman warga.

Beberapa pejabat menyebutkan, serangan AS sebelumnya telah menewaskan sedikitnya delapan orang dan merusak fasilitas sipil, infrastruktur telekomunikasi, serta kendaraan pekerja kereta api.

Kuwait: Tentara Terluka, Pangkalan Terbakar

Di Kuwait, IRGC mengaku telah menargetkan pangkalan militer AS sebagai bagian dari serangan gelombang ke-12. Target operasi ini meliputi fasilitas radar dan sistem rudal pertahanan. Iran bahkan mengeklaim berhasil menghancurkan beberapa gudang senjata, dua armada peluncur HIMARS, serta tempat penyimpanan rudal, yang memicu kebakaran besar di pangkalan tersebut.

Militer Kuwait membenarkan bahwa beberapa tentaranya luka akibat serangan drone Iran pada Jumat pagi.

Oman: Radar Maritim dan Udara Hancur

Serangan juga menyasar perairan Oman. Angkatan Laut IRGC menyerang peralatan radar, termasuk radar kontrol lalu lintas maritim milik AS. Mereka mengklaim radar pengontrol maritim di Salameh Rocks dan radar pengontrol udara di wilayah Ghanem hancur total akibat serangan tersebut.

Suriah: Markas Komando Khusus Jadi Target

Di Suriah, Angkatan Udara IRGC menyerang markas pusat komando operasi khusus AS di At Tanf. Serangan ini diklaim tidak hanya menghancurkan sistem radar dan beberapa helikopter operasi khusus, tetapi juga menewaskan atau menangkap sejumlah tentara AS.

Yordania dan Qatar Berhasil Mencegat

Meskipun pangkalan di Yordania terkena serangan, otoritas setempat menyatakan telah berhasil mencegat dan menembak jatuh tiga rudal Iran yang memasuki wilayah udaranya tanpa menimbulkan korban jiwa. Namun, IRGC tetap mengklaim keberhasilan dalam serangan dua fase terhadap pangkalan jet tempur dan pesawat tanker AS di Yordania.

Situasi serupa terjadi di Qatar. Militer Qatar mengumumkan keberhasilan menggagalkan beberapa serangan udara Iran. Namun, Kementerian Dalam Negeri Qatar melaporkan seorang anak luka akibat tertimpa pecahan peluru dari operasi pencegatan. IRGC sendiri mengklaim telah menyerang Pangkalan Udara Al Udeid dan berhasil menghancurkan sistem radar jarak jauh serta beberapa pesawat tanker AS.

Bahrain Jadi Sasaran Terakhir

Militer Iran juga meluncurkan serangan drone ke Pangkalan Udara Al Sakhir di Bahrain. Serangan ini diklaim mengenai area helikopter militer AS dan pesawat patroli maritim P-8.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar