PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang perairan Laut Sulawesi pada Senin, 8 Juni 2026. Episenter gempa berada di titik koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur, tepatnya 236 kilometer arah barat laut dari Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dengan kedalaman mencapai 105 kilometer. Lima provinsi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi: Gorontalo, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.
Lima Wilayah dalam Status Siaga Tsunami
Berdasarkan data yang dihimpun dari BMKG, status siaga tsunami tidak hanya berlaku bagi Kepulauan Sangihe. Beberapa daerah lain turut masuk dalam kategori ancaman yang sama. Kota Manado, misalnya, ditetapkan dalam status siaga pada pukul 07.12.25 WIB. Wilayah Minahasa Utara bagian utara menyusul pada pukul 07.12 WIB, sementara Minahasa Utara secara keseluruhan mendapat status serupa pada pukul 07.14 WIB. Kepulauan Minahasa juga tidak luput dari peringatan ini dengan status ancaman siaga.
"Berarti ini sebentar lagi, barangkali kalau mau dilihat ya ke pukul 07.51. Untuk wilayah Kota Manado dengan status ancaman Siaga pada pukul 07.12.25 WIB, Minahasa Utara bagian utara dengan status ancaman Siaga pada pukul 07.12 WIB, dan di Minahasa Utara dengan status ancaman Siaga pada pukul 07.14 WIB, dan Kepulauan Minahasa dengan status ancaman yang sama juga siaga," ujar Amanda Komaling, jurnalis Metro TV yang melaporkan langsung dalam program "Breaking News".
Imbauan Evakuasi Segera Dilakukan
Peringatan dini ini mendorong BMKG untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Imbauan evakuasi langsung disampaikan, terutama bagi warga yang tinggal di pesisir Kepulauan Sangihe. Suasana di lapangan dilaporkan mulai tegang, dengan sirene peringatan berbunyi di sejumlah titik dan warga mulai bergerak menuju tempat yang lebih tinggi.
"Kami sudah menerima informasi bahwa untuk bisa segera melakukan evakuasi di wilayah Kepulauan Sangihe dengan status ancaman Siaga, pada pukul 06.55 WIB, atau pukul 07.51," jelas Amanda.
Menurutnya, jika Kepulauan Sangihe sudah ditetapkan sebagai zona siaga, maka daerah-daerah lain yang ikut merasakan guncangan gempa kemungkinan besar akan menyusul dengan status serupa. Proses evakuasi pun terus dipantau secara ketat oleh tim gabungan dari BPBD dan Basarnas setempat.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Beri Apresiasi ke Mantan Korban Perundungan yang Kini Jadi Duta Anti Perundungan
Gempa M7,7 Guncang Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk 25 Wilayah Indonesia
Gempa Susulan Magnitudo 6,0 Guncang Laut Sulawesi, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 Guncang Kepulauan Sangihe