PARADAPOS.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengumumkan realokasi anggaran sebesar Rp200 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mempercepat perbaikan jalan rusak di provinsi tersebut, menyusul keluhan masyarakat dan penurunan kualitas infrastruktur akibat musim hujan yang berkepanjangan. Keputusan itu diumumkan pada Senin, 8 Juni 2026, setelah rapat evaluasi APBD di Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mengapa Realokasi Anggaran Mendesak Dilakukan?
Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons cepat terhadap kondisi jalan yang memburuk. Alih-alih menunggu anggaran perubahan yang baru akan tersedia pada bulan September, pemerintah provinsi memilih untuk mengambil tindakan lebih awal.
"Jadi untuk tahun 2026 ini, daripada menunggu anggaran perubahan bulan September, kita membuat Perkada (Peraturan Kepala Daerah) untuk menggeser beberapa anggaran yang kita gunakan untuk pemeliharaan jalan," ujar Luthfi dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2026).
Perubahan ini, lanjutnya, memungkinkan eksekusi di lapangan berjalan tanpa melanggar regulasi. Realokasi tersebut difokuskan untuk menggenjot kembali persentase kemantapan jalan provinsi yang sempat menurun drastis akibat curah hujan tinggi hingga awal tahun 2026.
Fokus Utama: Jalan Rusak Berat dan Target Kemantapan
Dalam rapat evaluasi yang digelar bersama Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Luthfi menegaskan prioritasnya. Dana segar ini akan diarahkan secara spesifik untuk ruas-ruas jalan yang masuk kategori rusak berat.
"Hari ini saya putuskan dengan Wagub, Sekda, dan seluruh OPD, bahwa khusus infrastruktur akan kita buatkan Perkada, sehingga jalan-jalan provinsi yang sekarang kualifikasinya rusak berat insyaallah dalam waktu dekat kita lakukan pemeliharaan dan peningkatan. Saya ingin 2026 ini kembali ke 2025 bahwa kemantapan jalan provinsi harus 94,4%," tegasnya.
Target ambisius ini bukan tanpa alasan. Beberapa ruas jalan menjadi sorotan publik karena kondisinya yang memprihatinkan. Salah satu yang paling sering dikeluhkan adalah ruas Randublatung-Cepu. Selain itu, ruas jalan di wilayah Soloraya dan ruas Jalan Keling-Kelet di Jepara juga menjadi prioritas utama.
Proses dan Kendala di Lapangan
Meski keputusan telah diambil, Luthfi mengakui bahwa perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan. Proses birokrasi tetap harus dijalani untuk memastikan akuntabilitas.
"Memang tidak bisa kita bangun jalan itu sakdek saknyet (seketika). Jadi perlu adanya lelang, perlu adanya penggeseran anggaran, perlu adanya Perkada untuk mengubah agar kita tidak melanggar peraturan," jelas Luthfi.
Ia menambahkan, "Jadi tidak bisa langsung, intinya kita bisa melakukan itu."
Pernyataan ini menunjukkan kehati-hatian pemerintah dalam mengelola keuangan daerah, sembari tetap berupaya merespons kebutuhan warga secepat mungkin.
Rincian Teknis dari Dinas PUPR
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memberikan gambaran lebih teknis. Ia mengonfirmasi bahwa Perkada 2026 akan mengalokasikan tambahan dana sekitar Rp200 miliar.
"Harapannya nanti posisi kemantapan jalan di akhir 2026 nanti bisa naik," kata Budi.
Menurut perhitungan terbaru, dengan tambahan alokasi ini dan ditopang APBD Perubahan, persentase kemantapan jalan diperkirakan akan kembali ke kisaran 93 persen, bahkan berpotensi naik hingga 95-96 persen. Budi juga merinci metode pengerjaan yang akan diterapkan.
"Jadi perbaikan jalan rusak di Jawa Tengah melalui dua cara. Pertama, melalui Bidang Bina Marga dengan pengaspalan jalan dua lapis. Kedua, melalui Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) dengan pengaspalan satu lapis," paparnya.
"Peningkatan jalan masuknya ke Bidang Bina Marga," pungkasnya.
Tambahan anggaran ini, menurut Budi, sudah diploting untuk usulan yang telah diajukan sebelumnya. Titik-titik lokasi sasaran tersebar di seluruh Jawa Tengah, termasuk ruas Randublatung-Cepu, Keling-Kelet Jepara, Wonogiri, dan Soloraya.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kepala BGN Nanik Sudarti Deyang Laporkan Kekayaan Rp6,3 Miliar, Didominasi Tanah dan Mobil BMW
Kedutaan Besar AS di Yerusalem Tutup Layanan Konsuler Imbas Serangan Rudal Iran ke Israel
Pengacara: Sony Sonjaya Minta Makna ‘Hadiah Indah’ di Surat Sebelum Ditangkap Ditanyakan Langsung ke Kepala BGN
Dua Pemuda Berpocong di Kuansing Diamankan Polisi, Akui Terinspirasi TikTok demi Konten Viral