PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan komprehensif dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, pada Selasa, 9 Juni 2026, di Istana Negara. Pertemuan ini membahas strategi pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk efisiensi program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, serta langkah memperkuat devisa melalui pariwisata dan remitansi pekerja migran. Luhut juga melaporkan progres integrasi data Government Technology (GovTech) yang telah mencapai 80 persen. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi bahwa masukan dari DEN akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi Presiden dalam menentukan kebijakan ekonomi ke depan.
Efisiensi Program Strategis dan Dampak Ekonomi Kerakyatan
Dalam laporan yang disampaikan, Luhut memaparkan hasil survei independen terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Survei tersebut menunjukkan dampak positif yang langsung terasa pada ekosistem ekonomi kerakyatan di tingkat bawah. Temuan ini menjadi salah satu dasar bagi DEN untuk merekomendasikan sejumlah langkah efisiensi anggaran dalam program-program prioritas pemerintah.
Selain itu, DEN juga mengusulkan penguatan devisa melalui dua sektor utama: pariwisata dan optimalisasi remitansi pekerja migran. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan efisiensi fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.
GovTech: Tonggak Sejarah Integrasi Data Nasional
Di luar evaluasi program ekonomi, Luhut juga melaporkan progres implementasi Government Technology (GovTech). Teknologi ini dirancang untuk mengintegrasikan data dari berbagai kementerian dan lembaga negara. Menurut Luhut, pencapaian integrasi data pada 1 Juni lalu merupakan sebuah tonggak sejarah.
"Tadi kami laporkan mengenai Government Technology karena sudah 80 persen terkoneksi, dan pertama kali juga delapan kementerian/lembaga sepanjang Republik ini merdeka datanya jadi satu pada tanggal 1 Juni kemarin," ungkap Luhut.
Respons Wakil Ketua DPR RI
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan serta Anggota DEN Chatib Basri di Istana Negara pada Selasa sore itu turut direspons oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Dasco mengonfirmasi bahwa pertemuan itu memang digelar khusus untuk memberikan masukan strategis terkait kondisi ekonomi terkini kepada Kepala Negara.
"Saya sudah memintakan konfirmasi dari pihak Istana, bahwa pertemuan tadi Pak Luhut dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Pak Chatib Basri sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional. Jadi, DEN pada hari ini memberikan masukan-masukan kepada Presiden mengenai hal-hal yang berkaitan dengan strategi-strategi pertumbuhan ekonomi," ujar Dasco.
Masukan tersebut, lanjut Dasco, akan menjadi pertimbangan penting bagi Presiden Prabowo dalam menentukan arah kebijakan ekonomi ke depan.
"Sehingga kemudian Presiden dapat mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu. Selain itu, Presiden juga menganalisa dari tim ekonomi yang sudah ada. Masukan-masukan yang positif ini menurut saya adalah masukan yang berharga bagi Presiden untuk pertumbuhan ekonomi kita," tambahnya.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Uji Emisi Gratis di Jakarta Utara: 12 dari 29 Sepeda Motor Tidak Lulus Pemeriksaan
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Survei: 86,9% Dapur Makan Bergizi Gratis Libatkan UMKM Lokal
DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri, Buka Peluang Penyandang Disabilitas Jadi Anggota Polisi