KPK Sita Rp1,9 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim

- Selasa, 09 Juni 2026 | 23:25 WIB
KPK Sita Rp1,9 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim
PARADAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan nilai total barang bukti yang berhasil disita dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Muara Enim, Edison, mencapai Rp1,9 miliar. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026. Barang bukti tersebut mencakup uang tunai dalam berbagai mata uang serta saldo di sejumlah rekening yang diamankan dari sepuluh orang tersangka di dua lokasi berbeda, yaitu Jakarta dan Sumatera Selatan.

Rincian Barang Bukti yang Diamankan

Dalam pemaparannya, Taufik menjelaskan secara terperinci jenis dan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan timnya. Uang tunai ditemukan di beberapa tempat, termasuk dalam sebuah tas ransel milik salah satu tersangka. "Tim KPK juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai rupiah hingga ada mata uang asing juga, dengan total apabila digabung dengan saldo dalam rekening yang juga diamankan, total kurang lebih Rp1,9 miliar," jelas Taufik dalam konferensi pers tersebut. Ia kemudian memerinci bahwa uang tunai sebesar Rp323 juta diamankan dari tas ransel milik tersangka berinisial ABN, yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Muara Enim. Selain itu, dari brankas di kediaman ABN, petugas menemukan tambahan uang tunai sebesar Rp40 juta. "Kemudian, uang tunai yang diamankan dari brankas di rumah ABN, sebesar Rp40 juta, kemudian ada USD sebesar 3.200 dan mata uang SAR 2.260," lanjutnya.

Saldo Rekening dan Penggunaan Rekening Nominee

Tidak hanya uang tunai, KPK juga menyita sejumlah dana yang tersimpan di dalam rekening bank. Taufik mengungkapkan bahwa beberapa rekening yang digunakan oleh ABN ternyata merupakan rekening atas nama orang lain, atau yang lazim disebut rekening nominee. "Kemudian tim juga mengamankan saldo yang ada dalam rekening beberapa akun, tadi ada beberapa rekening nominee yang digunakan oleh ABN, itu kalau ditotal sebesar Rp1,47 miliar," ungkapnya. Temuan ini menambah kompleksitas kasus, mengingat penggunaan rekening nominee seringkali menjadi modus untuk menyembunyikan aliran dana hasil korupsi.

Lokasi dan Identitas Para Tersangka

Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK tidak hanya menyasar satu lokasi. Tim bergerak di dua wilayah secara simultan, yaitu Jakarta dan Sumatera Selatan. Total ada sepuluh orang yang diamankan dalam rangkaian OTT ini. "Yang (diamankan) di Jakarta lima orang terdiri dari ABN selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, CRH selaku pihak swasta yaitu marketing PT MSA, MYN selaku pihak swasta, AG selaku pihak swasta, dan RSH selaku pihak lainnya," papar Taufik. Sementara itu, di Sumatera Selatan, tim lembaga antirasuah berhasil mengamankan Edison selaku Bupati Muara Enim. Selain Edison, empat orang lainnya juga turut diamankan, yakni ANG yang merupakan ajudan bupati, AP dan RD yang berstatus sebagai pihak swasta, serta AD yang disebut sebagai orang kepercayaan bupati. Seluruh proses pengembangan kasus ini masih terus berjalan oleh penyidik KPK.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar