Dirut PTPN Dorong Generasi Muda Jadi Motor Transformasi Sektor Perkebunan

- Rabu, 10 Juni 2026 | 08:50 WIB
Dirut PTPN Dorong Generasi Muda Jadi Motor Transformasi Sektor Perkebunan
PARADAPOS.COM - Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III), Denaldy Mulino Mauna, mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam transformasi sektor perkebunan Indonesia. Hal ini disampaikan dalam forum Studium Generale bertajuk "Membangun Masa Depan Sektor Perkebunan Indonesia: Inovasi, Talenta Muda, dan Keberlanjutan" yang digelar di Institut Pertanian Bogor (IPB University) pada Rabu, 10 Juni 2026. Acara ini mempertemukan ratusan mahasiswa dan alumni dengan pelaku industri untuk membahas tantangan ketahanan pangan, energi, serta perubahan iklim global yang kini membayangi sektor perkebunan.

Posisi Strategis Perkebunan di Mata Pimpinan PTPN

Di hadapan para peserta yang memenuhi ruang sidang, Denaldy menekankan bahwa sektor perkebunan bukan sekadar lahan hijau yang menghasilkan komoditas. Lebih dari itu, sektor ini memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian nasional. Menurutnya, daya saing di tingkat global hanya bisa dijaga jika ada inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan tentu saja, keterlibatan aktif talenta muda. "Kita harus bersama-sama membangun sektor perkebunan Indonesia. Masa depan sektor ini tidak hanya ditentukan oleh perusahaan atau pemerintah, tetapi oleh seluruh pihak yang memiliki komitmen untuk mendorong kemajuan bangsa," ujar Denaldy dalam keterangannya. Ia juga menegaskan bahwa fondasi utama dalam menghadapi transformasi industri adalah penguatan inovasi dan pengembangan sumber daya manusia. Tiga aspek yang ia soroti mencakup digitalisasi, peningkatan produktivitas, dan penguatan daya saing global. "Generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong transformasi digital, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing perkebunan Indonesia di tingkat global," tegasnya.

Apresiasi dari Dunia Akademik

Sesi dialog berlangsung hangat ketika Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Deni Noviana, memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum yang mempertemukan dunia akademik dengan pelaku industri secara langsung. "Kolaborasi seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami tantangan pembangunan secara langsung dari para pelaku industri. Ini adalah bentuk sinergi yang perlu terus diperkuat untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan nasional ke depannya," ujar Deni Noviana. Suasana ruangan terasa hidup saat mahasiswa mulai mengajukan pertanyaan. Dari sudut ruang, terlihat beberapa peserta mencatat poin-poin penting yang disampaikan para pembicara.

Melihat Tantangan sebagai Peluang Inovasi

Presiden BEM KM IPB, Abdan Rofi, mengambil mikrofon dan menyuarakan pandangannya. Ia melihat bahwa tantangan yang dihadapi sektor perkebunan saat ini justru bisa menjadi peluang emas bagi generasi muda. "Transformasi sektor perkebunan hari ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi, membangun teknologi baru, dan menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional," ujar Abdan. Pernyataan senada datang dari Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang. Ia menegaskan bahwa pembangunan bangsa bukanlah pekerjaan satu pihak, melainkan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. "Ini adalah kerja bersama lebih dari 200 juta jiwa yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Indonesia terus bergerak maju," kata Aidil.

Antusiasme Peserta dan Komitmen PTPN

Sepanjang acara, forum berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mahasiswa tidak hanya duduk diam mendengarkan, tetapi aktif terlibat dalam dialog mengenai berbagai isu strategis. Mulai dari peluang karier di sektor perkebunan, pengembangan teknologi pertanian dan perkebunan, hingga strategi mewujudkan industri yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Melalui forum ini, PTPN menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekosistem perkebunan nasional melalui kolaborasi dengan dunia akademik. Perusahaan pelat merah ini juga mendorong penguatan peran generasi muda sebagai bagian penting dari transformasi sektor perkebunan Indonesia.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar