Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penonton 6,6 Juta, Mesir dan Tanjung Verde Jadi Kejutan

- Minggu, 19 Juli 2026 | 08:00 WIB
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penonton 6,6 Juta, Mesir dan Tanjung Verde Jadi Kejutan
PARADAPOS.COM - Piala Dunia 2026 resmi mencatatkan rekor jumlah penonton sepanjang sejarah turnamen. Menjelang laga final antara juara bertahan Argentina dan Spanyol, FIFA mengklaim edisi dengan 48 tim ini sukses besar, meskipun sebelumnya dibayangi kekhawatiran soal format baru dan harga tiket yang melambung. Total 6.665.825 penonton memadati stadion, melampaui gabungan penonton Piala Dunia 2018 dan 2022.

Drama dan Kejutan di Lapangan Hijau

Kekhawatiran bahwa penambahan peserta menjadi 48 tim akan menurunkan kualitas kompetisi ternyata tidak terbukti. Sebaliknya, turnamen ini justru menghadirkan banyak drama dan kejutan yang membuat para penggemar sepak bola terpaku. Salah satu cerita menarik datang dari Tanjung Verde. Tim asal Afrika itu sukses menahan imbang Spanyol tanpa gol pada laga pembuka. Mereka kemudian menyulitkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi di babak 32 besar, sebelum akhirnya kalah 2-3 melalui perpanjangan waktu. Curacao, negara dengan populasi sekitar 185.000 jiwa, juga mampu menahan Ekuador dengan skor 0-0.

Kebangkitan Afrika dan Mesir

Mesir mencatat sejarah dengan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya. Tim berjuluk The Pharaohs itu bahkan sempat unggul 2-0 atas Argentina hingga 11 menit menjelang laga usai, sebelum akhirnya takluk berkat kebangkitan yang dipimpin Messi. Mesir dan Tanjung Verde menjadi bagian dari rekor sembilan wakil Afrika yang berhasil melaju ke fase gugur. Ini menandai perkembangan signifikan sepak bola di benua tersebut.

Para Bintang Bersinar Terang

Para pemain top dunia tampil gemilang sepanjang turnamen. Messi, yang menjalani Piala Dunia keenamnya, langsung membuka kiprah dengan hattrick ke gawang Aljazair pada laga pertama Argentina. Menjelang final, kapten Albiceleste itu telah mengoleksi delapan gol. Ia tertinggal dua gol dari kapten Prancis Kylian Mbappe yang memimpin daftar pencetak gol dengan 10 gol. Torehan tersebut sekaligus membuat Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 22 gol. Penyerang Norwegia Erling Haaland juga menjadi sorotan setelah mencetak tujuh gol, termasuk dua gol saat menyingkirkan Brasil di babak 16 besar. Gelandang Inggris Jude Bellingham turut membukukan tujuh gol, sedangkan Harry Kane menambah enam gol untuk membawa Three Lions merebut peringkat ketiga. Adapun tiga negara tuan rumah—Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat—sama-sama terhenti di babak 16 besar.

Rekor Gol dan Atmosfer Stadion

Sepanjang turnamen, tercipta 307 gol dari 103 pertandingan dengan rata-rata 2,98 gol per laga. Catatan tersebut menjadi yang tertinggi sejak Piala Dunia 1958 di Swedia yang mencatat rata-rata 3,6 gol per pertandingan. Atmosfer di stadion juga menjadi salah satu daya tarik utama. Meski harga tiket melonjak akibat kebijakan dynamic pricing yang diterapkan FIFA dan sempat dikecam kelompok suporter sebagai "sebuah pengkhianatan monumental", stadion-stadion tetap dipenuhi penonton yang rela mengeluarkan ribuan dolar untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

Kemeriahan di Luar Stadion

Kemeriahan tidak hanya terasa di dalam stadion. Suporter Skotlandia yang tergabung dalam Tartan Army memadati bar-bar di Boston, sementara pendukung Norwegia menggelar aksi massal Viking row di Times Square. Kota-kota tuan rumah pun berubah menjadi pusat perayaan para penggemar sepak bola dari berbagai negara. Di Amerika Serikat, yang menjadi lokasi sebagian besar dari 104 pertandingan, banyak wisatawan asing membagikan pengalaman mereka di media sosial. Mereka menyoroti berbagai sisi budaya Amerika, mulai dari supermarket berukuran besar, iga panggang berukuran jumbo, hingga saus ranch.

Kontroversi di Balik Kesuksesan

Di balik kesuksesan tersebut, sejumlah kontroversi tetap mewarnai penyelenggaraan turnamen. Wasit asal Somalia, Omar Artan, menjadi salah satu pihak yang terdampak kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat dengan alasan "masalah pemeriksaan keamanan". Tim nasional Iran juga mengeluhkan kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Setelah memindahkan pemusatan latihan dari Arizona ke Meksiko, para pemain dan ofisial Iran diwajibkan meninggalkan Amerika Serikat hanya beberapa jam setelah pertandingan karena pembatasan visa. "Saya pikir kami adalah tim yang paling tertindas di Piala Dunia," ujar pelatih Iran Amir Ghalenoei. Kontroversi terbesar melibatkan tuan rumah Amerika Serikat ketika terungkap Trump melakukan intervensi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menunda hukuman skorsing satu pertandingan yang diterima penyerang AS, Folarin Balogun, menjelang laga babak gugur melawan Belgia. Peristiwa itu memicu kritik luas terhadap tuan rumah dan disambut gembira banyak penggemar ketika Belgia akhirnya mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 4-1.

Masa Depan FIFA dan Ekspansi Lebih Lanjut

Meski skandal tersebut sempat mencoreng citra Infantino, peluangnya untuk kembali memimpin FIFA dinilai tetap kuat. Konfederasi Asia, Afrika, dan Amerika Selatan telah menyatakan dukungan terhadap pencalonannya pada pemilihan Presiden FIFA 2027. Berbekal keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia 2026, Infantino diperkirakan akan mendorong pembahasan ekspansi lebih lanjut, termasuk kemungkinan menambah jumlah peserta menjadi 64 tim pada Piala Dunia 2030.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar