Piala Dunia 2026 Raup Pendapatan Kotor Lebih dari USD10,9 Miliar, Rekor Baru Sepanjang Sejarah

- Senin, 20 Juli 2026 | 07:50 WIB
Piala Dunia 2026 Raup Pendapatan Kotor Lebih dari USD10,9 Miliar, Rekor Baru Sepanjang Sejarah
PARADAPOS.COM - Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah Spanyol menaklukkan Argentina di partai final. Namun, di balik gemerlap trofi yang diraih La Furia Roja, turnamen kali ini diproyeksikan mencetak rekor pendapatan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan analisis data keuangan, ajang sepak bola terbesar di dunia ini diperkirakan akan menghasilkan pendapatan kotor melebihi USD10,9 miliar, menjadikannya edisi paling menguntungkan dalam sejarah turnamen.

Lonjakan Pendapatan yang Belum Pernah Terjadi

Keberhasilan finansial ini bukanlah kebetulan. Format baru yang melibatkan lebih banyak tim nasional dan jumlah pertandingan yang meningkat, ditambah dengan kekuatan penyelenggaraan bersama di tiga negara, menjadi katalis utama. Data yang dianalisis berdasarkan Laporan Tahunan FIFA menunjukkan angka tersebut melonjak 56 persen dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar yang meraup USD7 miliar. Sebagai perbandingan, edisi Qatar sendiri sebelumnya telah mencatatkan peningkatan 32 persen dari Piala Dunia 2018 di Rusia. Suasana di sekitar stadion-stadion megah yang tersebar di tiga negara tuan rumah terasa berbeda. Antusiasme suporter yang memadati tribun tidak hanya menciptakan atmosfer pertandingan yang menggema, tetapi juga menggerakkan mesin uang FIFA.

Pihak yang Paling Diuntungkan: Hak Siar dan Sponsor

Dari total pendapatan tersebut, hak siar menjadi primadona. Untuk pertama kalinya, pendapatan dari penjualan hak siar diperkirakan akan menembus angka USD4,2 miliar. Tak kalah impresif, pendapatan sponsor juga diproyeksikan melebihi USD2,8 miliar. Kedua sektor ini mencatatkan rekor baru bagi FIFA. Namun, pendorong terbesar kesuksesan finansial kali ini justru datang dari sektor yang paling dekat dengan para penggemar: penjualan tiket dan layanan perhotelan. Pada Piala Dunia Qatar, pendapatan dari sektor ini mencapai sekitar USD950 juta. Untuk edisi 2026, angka tersebut diperkirakan meroket hingga USD3 miliar—sebuah lompatan yang mencengangkan sebesar 216 persen. Pengeluaran untuk infrastruktur stadion pada turnamen kali ini pun disebut-sebut setara dengan total biaya pembangunan stadion dari enam edisi Piala Dunia sebelumnya jika digabungkan. Sebuah investasi besar yang berbuah manis.

Hadiah Juara yang Semakin Besar

Kue pendapatan yang menggunung juga berdampak langsung pada kantong para pemain. Sebagai juara dunia edisi 2026, Spanyol berhak membawa pulang hadiah sebesar USD51 juta. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan USD42 juta yang diterima Argentina sebagai juara Piala Dunia 2022. Total hadiah yang disediakan FIFA untuk seluruh peserta pada edisi 48 tim ini mencapai USD440 juta. “Kami melihat peningkatan yang luar biasa dalam nilai turnamen ini,” ujar seorang analis olahraga yang mengikuti perkembangan keuangan FIFA. Berikut rincian hadiah yang diterima oleh masing-masing tim berdasarkan pencapaian mereka:
  • Juara kedua (Argentina): USD34 juta.
  • Juara ketiga (Inggris): USD30 juta.
  • Juara keempat (Prancis): USD28 juta.
  • Perempat finalis (peringkat kelima hingga kedelapan): Masing-masing USD20 juta.
  • Babak 16 besar (peringkat kesembilan hingga keenam belas): Masing-masing USD16 juta.
  • Babak 32 besar (peringkat ke-17 hingga ke-32): Masing-masing USD12 juta.
  • Babak grup (peringkat ke-33 hingga ke-48): Masing-masing USD10 juta.
Dengan angka-angka fantastis ini, Piala Dunia 2026 tidak hanya meninggalkan kenangan indah di lapangan hijau, tetapi juga sebuah warisan ekonomi yang akan menjadi tolok ukur baru bagi industri olahraga global.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar