WIKA dan Fakultas Psikologi UNDIP Jalin Kerja Sama Kembangkan Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal Nusantara

- Senin, 20 Juli 2026 | 13:00 WIB
WIKA dan Fakultas Psikologi UNDIP Jalin Kerja Sama Kembangkan Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal Nusantara
PARADAPOS.COM - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), melalui unit Wikasatrian, resmi menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam sebuah kemitraan strategis. Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia Indonesia dengan mengedepankan pendekatan kepemimpinan yang berakar pada kearifan lokal Nusantara. Kesepakatan tersebut mencakup delapan ruang lingkup strategis yang dikenal sebagai Asta Mandala, mulai dari pengajaran, penelitian, hingga sertifikasi kompetensi.

Visi Bersama dalam Kepemimpinan Nusantara

Rangkaian diskusi dan kunjungan yang panjang antara Wikasatrian dan Fakultas Psikologi UNDIP menjadi cikal bakal kerja sama ini. Dari pertemuan-pertemuan tersebut, kedua institusi menemukan titik temu dalam mengembangkan Psikologi dan Budaya Timur (Indigenous), serta konsep Kepemimpinan Nusantara. Tak hanya itu, model pembelajaran asli Indonesia yang diperkenalkan oleh Ki Hadjar Dewantara lebih dari satu abad lalu, yaitu Kepamongan, juga menjadi fondasi utama dalam program ini.

Mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama menjadi tonggak komitmen WIKA dan Fakultas Psikologi UNDIP. Keduanya sepakat untuk meningkatkan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program Kepemimpinan Nusantara dan Kepamongan akan dikembangkan secara bersama-sama, dengan pembagian peran dan tanggung jawab yang telah disepakati.

Delapan Pilar Strategis Asta Mandala

Kerja sama ini dijabarkan melalui konsep Asta Mandala, yang mencakup delapan ruang lingkup strategis. Cakupan tersebut meliputi kegiatan pengajaran, pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan Program Kepelatihan Kepemimpinan Nusantara (DIPOSATRIAN), pengembangan kompetensi Kepamongan Nusantara menuju sertifikasi BNSP, pengusulan Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta pengembangan kerja sama lain yang disepakati kedua belah pihak.

Sinergi Industri dan Akademik

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menekankan bahwa langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi kepemimpinan di Indonesia. “Kerja sama antara WIKA melalui Wikasatrian dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro merupakan bentuk sinergi antara dunia industri dan akademik dalam mengembangkan kepemimpinan Indonesia yang berlandaskan kearifan lokal. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan berbagai program pelatihan dan pengembangan, tetapi juga riset bersama, pengembangan modul Kepemimpinan Nusantara dan Kepamongan Nusantara, program pemagangan mahasiswa, praktisi mengajar, hingga sertifikasi kompetensi yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi dunia pendidikan maupun industri,” ujarnya.

Langkah Awal: Program Satria untuk Dosen

Dalam waktu dekat, prioritas utama kedua belah pihak adalah pelaksanaan Program Satria yang diperuntukkan bagi para dosen Fakultas Psikologi UNDIP. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenai metode pembelajaran Wikasatrian melalui skema Training of Trainers (ToT). Setelahnya, para dosen diharapkan mampu menjalankan program ini secara mandiri. Selain itu, Fakultas Psikologi UNDIP juga akan merekomendasikan program Wikasatrian kepada jejaring Jasa Psikologi (JAPSI) UNDIP. Melalui kolaborasi ini, WIKA dan Fakultas Psikologi UNDIP berupaya memperkuat jembatan antara dunia industri dan akademik. Wikasatrian akan terus mengembangkan konsep Kepemimpinan Nusantara dan Kepamongan Nusantara yang telah divalidasi secara akademik, sebagai upaya nyata dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berbudaya.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar