17 Sekolah Nasional Terintegrasi Siap Beroperasi pada 2026, Seleksi Murid Digelar Juli Mendatang

- Senin, 20 Juli 2026 | 18:00 WIB
17 Sekolah Nasional Terintegrasi Siap Beroperasi pada 2026, Seleksi Murid Digelar Juli Mendatang

PARADAPOS.COM - Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengumumkan bahwa proses seleksi penerimaan murid baru akan berlangsung pada 21-24 Juli 2026, dengan pengumuman hasil pada 3 Agustus 2026, dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai 10 Agustus 2026. Pemerintah telah menyiapkan kelas transisi di berbagai lokasi, termasuk di Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen, serta fasilitas belajar lain yang disediakan pemerintah daerah.

Fokus pada Akses Pendidikan Bermutu

Calon murid yang diterima di SNT berasal dari daerah tempat sekolah tersebut berada. Kebijakan ini, menurut Abdul Mu'ti, dirancang untuk memperluas akses pendidikan bermutu bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, kehadiran SNT diharapkan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.

"Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) akan dilaksanakan secara objektif, transparan, inklusif, berkeadilan, dan akuntabel," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Jakarta, Senin (20/7).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mencari informasi mengenai SNT melalui kanal resmi Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dinas pendidikan, maupun portal resmi SNT. Abdul Mu'ti mengingatkan bahwa tidak ada pihak yang dapat menjanjikan kelulusan atau mengambil keuntungan dari proses penerimaan murid di luar ketentuan yang berlaku.

Fasilitas Modern dan Kurikulum Tiga Lapis

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa SNT dirancang untuk mendukung tumbuh kembang murid secara optimal. Fasilitas yang disediakan mencakup smart classroom, green school, laboratorium dan fasilitas pembelajaran yang lengkap dan modern, future library and learning commons, studio seni kreatif, pusat pengembangan guru, pusat olahraga, hingga layanan transportasi antar-jemput di dalam wilayah kabupaten.

Selain itu, SNT akan mengembangkan tiga lapis kurikulum. Pertama, kurikulum nasional sebagai fondasi. Kedua, kurikulum kekhasan sekolah sebagai penguat. Ketiga, kurikulum berbasis konteks lokal sesuai karakteristik masing-masing daerah. Dengan demikian, setiap SNT akan memiliki keunggulan yang berbeda, seperti bidang pertanian, perikanan, coding dan kecerdasan artifisial, maupun potensi unggulan lainnya.

"Nantinya setiap SNT memiliki kekhasan sesuai potensi daerah masing-masing. Pendekatan pembelajaran berbasis STEAMS dipadukan dengan pembelajaran mendalam yang didukung oleh digitalisasi pembelajaran dan pengayaan tingkat global," jelas Gogot.

Dukungan dari Kantor Staf Presiden

Deputi III Kantor Staf Presiden, Yan Hiksas, menyampaikan dukungannya terhadap Program Sekolah Nasional Terintegrasi. Menurutnya, program tersebut menjadi wujud kehadiran negara dalam mempersiapkan generasi Indonesia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.

Ia berharap melalui SNT akan lahir banyak generasi Indonesia yang mampu bersaing di pusat-pusat peradaban dan universitas terbaik dunia. "Kami yakin bahwa Indonesia ke depan tidak hanya mengandalkan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga adalah sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, yang tentu saja saya yakin akan disiapkan dalam sekolah nasional terintegrasi," pungkasnya.

Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar