PARADAPOS.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mencatat lima kecamatan mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga September 2026. Kelima wilayah itu adalah Curug, Panongan, Legok, Jambe, dan Tigaraksa. Kepala BPBD setempat, Achmad Taufik, menyatakan bahwa sejumlah desa dan kelurahan telah mengajukan permohonan bantuan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
Lima Kecamatan Masuk Zona Rawan
Berdasarkan data yang dihimpun, kelima kecamatan tersebut sebelumnya telah masuk dalam pemetaan BPBD sebagai zona rawan kekeringan selama musim kemarau. Meski demikian, tidak seluruh desa dan kelurahan di wilayah itu mengalami krisis air bersih.
“Saat ini baru lima kecamatan. Tapi tidak seluruh desa/kelurahan dari lima kecamatan itu mengalami krisis air bersih,” ujar Achmad dalam keterangannya, Rabu, 22 Juli 2026.
Dari hasil kajian, potensi bencana di Kabupaten Tangerang memang sudah dipetakan sejak awal. Wilayah ini tidak hanya rawan kekeringan, tetapi juga banjir dan puting beliung. “Kurang lebih sekitar 20-an kecamatan mengalami rawan kekeringan,” jelasnya.
Antisipasi dan Penyaluran Bantuan
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Tangerang bergerak cepat. Bantuan pasokan air bersih mulai disalurkan ke titik-titik yang membutuhkan. Pihaknya juga melakukan pendataan rinci terhadap zona rawan kekeringan agar bantuan tepat sasaran.
“Terus kita antisipasi sambil berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait. Contohnya dengan Perumdam agar nanti bisa bantu menyiapkan air bersih sebagai bantuannya,” tuturnya.
Kesiapsiagaan 24 Jam
Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, BPBD menyiapkan armada dan personel di 14 pos damkar. Seluruh petugas disiagakan selama 24 jam secara bergiliran. Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) pun siaga penuh menerima laporan darurat kapan saja.
“Pusdalops siaga penuh menerima laporan darurat 24 jam, baik dari pos lapangan maupun laporan langsung dari masyarakat,” ungkap dia.
Dengan kesiapan ini, diharapkan dampak kekeringan dapat diminimalkan dan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menlu Tiongkok Wang Yi Tegaskan Komitmen Perkuat Kerja Sama dengan ASEAN di Tengah Ketegangan dengan Filipina
Tiga Warga Sipil Tewas Ditembak KKB di Yahukimo, TNI Kerahkan Operasi Pengejaran
Presiden Prabowo Lantik Marsekal (Purn) Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia
Kanwil Imigrasi Sultra Deportasi 23 WNA Tiongkok karena Overstay