PARADAPOS.COM - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyatakan optimisme tinggi terhadap masa depan partainya yang dinilai sebagai representasi harapan baru. Dalam pidato pembukaan Kongres ke-II Garda Pemuda (GP) NasDem di Hotel Mercure, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026, ia menekankan bahwa kader muda dengan wawasan baik, khususnya dari Garda Pemuda, menjadi kunci perkembangan partai. Paloh juga mengingatkan pentingnya kesiapan organisasi dan keberanian menghadapi dinamika politik ke depan.
Optimisme di Usia 15 Tahun Garda Pemuda
Di hadapan ribuan kader yang memenuhi ruang sidang, Surya Paloh menyampaikan keyakinannya bahwa NasDem akan terus tumbuh. Ia merujuk pada perjalanan panjang Garda Pemuda yang telah menginjak usia 15 tahun sebagai fondasi kokoh.
"Saya memiliki rasa optimisme saya, 15 tahun perjalanan Garda Pemuda sekaligus bersama Partai NasDem ini, insyaallah partai ini semakin nyata dari waktu, tidak hanya mampu mempertahankan eksistensinya, tapi juga memperlihatkan dia akan semakin diterima masyarakat," ujarnya dengan nada penuh semangat.
Suasana di hotel berbintang itu terasa hangat saat Paloh menyebut Garda Pemuda sebagai denyut nadi perjuangan. Ia menegaskan bahwa optimisme tidak boleh sekadar retorika, melainkan harus dibangun di atas kesiapan organisasi yang matang.
Garda Terdepan dalam Menghadapi Gelombang Pasang Surut
Menghadapi peta politik yang dinamis, Surya Paloh memberikan arahan tegas kepada kader mudanya. Ia meminta mereka untuk melakukan konsolidasi secara totalitas dan berada di garis terdepan.
"Garda Pemuda harus benar-benar mempersiapkan diri, melakukan konsolidasi secara totalitas, berada di front terdepan. Mata dan telinganya Partai NasDem adalah Garda Pemuda itu sendiri," jelasnya.
Paloh kemudian menambahkan perspektif yang lebih luas. Menurutnya, tantangan tidak hanya datang dari luar partai, tetapi juga dari internal. Namun, ia percaya bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kemampuan anak muda untuk merebut peluang.
"Kita akan menghadapi gelombang pasang surut, cobaan bisa datang dari luar maupun dari dalam. Tetapi saya percaya, masa depan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan orang-orang muda untuk merebut masa depan itu sendiri," tuturnya.
Pesan untuk Kader Muda: Pantang Mundur
Dalam pidatonya, Surya Paloh juga menyelipkan wejangan filosofis untuk membangkitkan semangat juang. Ia mengajak seluruh kader untuk tidak gentar menghadapi setiap tantangan perjuangan.
"Kalau takut dilanda ombak, jangan pernah berumah di tepi pantai. Itulah yang harus menjadi pegangan kalian. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang. Majulah terus dalam keyakinan, karena di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan," ungkapnya.
Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah dari para peserta kongres. Suasana di lobi hotel pun terasa semakin hidup saat kader-kader muda saling berdiskusi menindaklanjuti arahan ketua umum mereka. Paloh menekankan bahwa setiap perubahan hanya dapat diwujudkan oleh mereka yang berani bertahan dalam setiap ujian, sebuah pesan yang langsung menggema di kalangan peserta yang sebagian besar adalah wajah-wajah baru di panggung politik nasional.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kapal Basarnas Mentawai Terbakar Saat Perawatan di Muara Baru, 14 Mobil Damkar Dikerahkan
Dirjen Kemendagri: Gerakan Indonesia ASRI Harus Jadi Budaya, Bukan Sekadar Seremonial
KAI Pacu Layanan Berbasis Data Pelanggan, Catat 503,5 Juta Pengguna Sepanjang 2025
Kapolri Tinjau Bazar Bhayangkari di JICC, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Perluasan Pasar