Gempa Dangkal Magnitudo Signifikan Guncang Kupang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

- Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25 WIB
Gempa Dangkal Magnitudo Signifikan Guncang Kupang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
PARADAPOS.COM - Gempa bumi dangkal berkekuatan signifikan mengguncang wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 18.57 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Episentrum gempa berada di darat, sekitar 18 kilometer timur laut Kupang, dengan kedalaman 44 kilometer.

Analisis BMKG: Gempa Dangkal Akibat Sesar Naik

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, memberikan penjelasan rinci mengenai karakteristik gempa tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, pusat gempa terletak pada koordinat 10,16 derajat Lintang Selatan dan 123,77 derajat Bujur Timur. "Hasil analisis menunjukkan gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi. Mekanisme sumber gempa berupa sesar naik (thrust fault)," jelas Arief dalam keterangan resminya.

Intensitas Guncangan dan Dampak di Lapangan

Guncangan terkuat, mencapai skala V MMI, terasa di sejumlah kecamatan seperti Sulamu, Fatuleu Barat, Kupang Timur, dan Kota Oelamasi. Pada skala ini, getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk. Laporan dari warga menyebutkan sejumlah benda di dalam rumah terjatuh atau bergeser dari tempatnya. Sementara itu, intensitas IV MMI dilaporkan terjadi di Kota Kupang, So'e (Kabupaten Timor Tengah Selatan), Kefamenanu (Kabupaten Timor Tengah Utara), dan Ba'a (Kabupaten Rote Ndao). Getaran pada skala ini cukup kuat untuk dirasakan oleh banyak orang yang sedang berada di dalam rumah. Sebagian warga, menurut laporan yang diterima, langsung berhamburan keluar bangunan sebagai langkah antisipasi.

Imbauan dan Status Gempa Susulan

Hingga pukul 19.24 WITA, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Meski demikian, kewaspadaan tetap disarankan. Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Warga juga diminta untuk menghindari bangunan yang terlihat mengalami kerusakan akibat gempa. Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan terus memantau informasi resmi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal komunikasi resmi milik lembaga tersebut.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar