Shin Tae-yong Terancam Sanksi Larangan Melatih di Korsel Akibat Dugaan Kekerasan ke Pemain Ulsan HD

- Senin, 27 Juli 2026 | 03:50 WIB
Shin Tae-yong Terancam Sanksi Larangan Melatih di Korsel Akibat Dugaan Kekerasan ke Pemain Ulsan HD
PARADAPOS.COM - Shin Tae-yong, pelatih anyar Persija Jakarta, kembali diterpa masalah. Pelatih asal Korea Selatan itu terancam sanksi dari Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) terkait dugaan kekerasan terhadap pemain saat menangani Ulsan HD pada 2025. Kabar ini muncul di tengah persiapan Persija menghadapi kompetisi musim baru dan Piala Presiden 2026, meskipun Shin Tae-yong tetap menjalankan tugasnya setelah menandatangani kontrak tiga tahun pada Juni 2026.

Dugaan Kekerasan pada Pemain Ulsan HD

Bek Ulsan HD, Jung Seung-hyun, menjadi pemain yang disebut-sebut menjadi korban. Rekaman video yang diduga memperlihatkan insiden penamparan sempat beredar luas di internet, memicu reaksi dari berbagai pihak. "Banyak orang yang melihat rekaman tersebut telah menghubungi saya dengan keprihatinan," ujar Jung, dikutip dari Korea JoongAng Daily, Jumat, 24 Juli 2026. Jung mengaku terkejut dengan insiden itu. Ia pun menyebut pemain lain, termasuk pemain asing, turut merasakan hal serupa. Menurutnya, tindakan yang membuat seorang pemain merasa tidak nyaman tetap dapat dianggap sebagai bentuk kekerasan. "Saya rasa saya bukan satu-satunya, pemain lain mungkin merasakan hal yang sama," jelasnya. Jung juga tidak membantah kabar mengenai dugaan tindakan lain yang dilakukan Shin Tae-yong selama sesi latihan. Ia menyebut adanya isu mengenai pelatih yang menginjak kaki pemain dan meniup peluit di dekat telinga pemain. "Tidak akan ada rumor jika itu tidak benar," katanya.

Pembelaan Shin Tae-yong dan Potensi Sanksi Berat

Shin Tae-yong menangani Ulsan HD sejak Agustus 2025, namun hanya bertahan 65 hari setelah tim mencatat hasil kurang baik. Setelah pemecatan, Shin mengklaim dirinya diperlakukan sebagai 'pelatih boneka' dan menuding klub serta sejumlah pemain telah mengucilkannya. Konflik dengan pemain mulai memanas, menurut Shin, setelah dirinya mengusulkan perombakan besar-besaran skuad seusai pertandingan Liga Champions AFC di China. Sejumlah pemain senior kemudian menyampaikan kepada manajemen bahwa mereka tidak dapat bekerja sama dengannya. Shin Tae-yong membantah tudingan melakukan kekerasan fisik maupun verbal. Ia menyebut tindakan yang dilakukan kepada pemain merupakan bentuk 'ungkapan kasih sayang'. Kasus ini berpotensi membuat Shin Tae-yong mendapatkan sanksi berat dari KFA. Berdasarkan berbagai laporan, sanksi yang dapat dijatuhkan berupa larangan melatih selama maksimal 10 tahun hingga larangan melatih seumur hidup di Korea Selatan. Namun, jika sanksi tersebut dijatuhkan, penerapannya hanya berlaku di wilayah Korea Selatan. Dengan demikian, Shin Tae-yong masih dapat menjalankan tugasnya sebagai pelatih Persija Jakarta selama tidak ada keputusan atau aturan lain yang memengaruhi aktivitasnya di luar Korea Selatan.

Persija Tetap Fokus pada Persiapan Musim Baru

Di tengah kabar ini, Persija Jakarta tetap melanjutkan persiapan menghadapi musim kompetisi baru serta Piala Presiden 2026. Perkembangan kasus Shin Tae-yong menjadi perhatian karena keputusan KFA dapat menjadi salah satu faktor yang perlu dipantau manajemen Macan Kemayoran. Meski demikian, hingga sanksi resmi dijatuhkan, Shin Tae-yong masih berstatus sebagai pelatih kepala Persija Jakarta. Klub ibu kota tersebut tetap melanjutkan persiapan tim di bawah kepemimpinan pelatih asal Korea Selatan itu untuk menghadapi agenda kompetisi yang akan datang.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler