PARADAPOS.COM - Perum Jasa Tirta II (PJT II) tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di seluruh wilayah operasionalnya. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat mitigasi risiko pasca meninggalnya seorang petugas keamanan yang ditemukan di perairan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (24/7). Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan Polres Purwakarta dan Kodim Purwakarta untuk mendukung proses penyelidikan sekaligus memperkuat pengamanan objek vital nasional.
Koordinasi dengan Aparat dan Dukungan Penuh terhadap Proses Hukum
Direktur Utama PJT II, Imam Santoso, menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum.
"Kami menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum dan menghormati setiap tahapan yang sedang berjalan. Perusahaan akan terus berkoordinasi secara intensif dengan TNI dan Polri serta memberikan dukungan yang diperlukan sesuai kewenangan kami," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Imam menambahkan, koordinasi ini diperkuat dengan dukungan dari Badan Pengelola BUMN (BP BUMN). Lembaga tersebut turut berkomunikasi dengan aparat kepolisian dan TNI guna memastikan proses penegakan hukum berjalan optimal serta keamanan objek vital nasional tetap terjaga. PJT II, menurut dia, akan memberikan informasi dan data yang diperlukan selama penyelidikan tanpa mengganggu proses hukum yang sedang berlangsung.
Momentum untuk Memperkuat Budaya Keselamatan
Selain mendukung penegakan hukum, perusahaan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya keselamatan dan sistem keamanan di lingkungan kerja.
"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat budaya keselamatan dan sistem pengamanan perusahaan. Kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap aspek keamanan di seluruh wilayah operasional serta meningkatkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," ujar Imam.
Dia juga mengajak masyarakat untuk menghormati proses hukum dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Hal ini penting agar tidak mengganggu jalannya penyelidikan. PJT II menegaskan akan terus menyampaikan perkembangan kepada publik secara bertanggung jawab, sesuai dengan informasi yang dapat dipublikasikan tanpa menghambat proses penegakan hukum.
Kronologi Penemuan dan Penyelidikan Polisi
Sebelumnya, Kepolisian Resor Purwakarta masih menyelidiki penyebab kematian petugas satuan pengamanan (satpam) PJT II berinisial S (40). Korban ditemukan meninggal dunia dengan kedua tangan terborgol di perairan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Penyidik saat ini tengah mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi, menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV), serta menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara.
Made menjelaskan, korban sebelumnya menjalankan tugas jaga malam di kawasan Waduk Jatiluhur. Ia kemudian dilaporkan tidak dapat dihubungi sekitar pukul 03.00 WIB. Rekan kerja melakukan pencarian hingga korban ditemukan mengambang di kawasan Tanggul Kayat dalam posisi telungkup dan masih mengenakan seragam dinas. Jenazah dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta sebelum dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk menjalani otopsi.
Dalam penyelidikan, polisi telah memeriksa 12 saksi yang terdiri atas warga dan rekan kerja korban. Polisi juga mengamankan telepon seluler milik korban dan mendalami rekaman CCTV di kawasan operasional PJT II.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa penyidik masih melakukan serangkaian penyelidikan melalui pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, analisis CCTV, dan menunggu hasil otopsi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban maupun pihak yang diduga terlibat hingga seluruh proses penyelidikan selesai.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Petani dan Buruh Tolak Wacana Kemasan Polos Rokok, Peringatkan Ancaman PHK Massal dan Tsunami Ekonomi
Presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway Dinyatakan Meninggal Setelah Hanyut Terseret Arus Sungai
Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Polisi Pastikan Tak Ada Pelanggaran Hukum
Wamendagri Dorong Daerah Kepulauan Perkuat Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan