PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Bandung resmi membuka kembali Taman Alun-alun Bandung untuk umum, namun dengan jam operasional terbatas setiap harinya. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menetapkan kawasan tersebut hanya bisa diakses mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Kebijakan ini diambil sebagai langkah transisi sembari pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh pasca-revitalisasi dan menindaklanjuti sejumlah keluhan warga terkait fasilitas yang sempat memicu penutupan taman pada akhir tahun lalu.
Pembatasan Jam Buka Masih Berlaku
Keputusan untuk memberlakukan jam operasional ketat ini bukan tanpa alasan. Farhan menegaskan bahwa pihaknya masih ingin memastikan seluruh fasilitas di Alun-alun Bandung benar-benar siap digunakan sebelum akhirnya membuka taman secara penuh. Ia mengaku tidak ingin terburu-buru dan mengulang kesalahan yang sama seperti sebelumnya, ketika taman sempat ditutup karena banyaknya laporan kerusakan yang masuk.
“Kalau memang mudah-mudahan tidak ada lagi yang perlu diperbaiki maka kita akan permanen terus dibuka. Tapi jam 8 sampai jam 4 sore,” ujar Farhan di Bandung, seperti dilansir Antara, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurut penuturannya, masa transisi ini akan dimanfaatkan untuk memantau kondisi taman secara langsung. Jika dalam beberapa pekan ke depan tidak ditemukan kendala berarti, bukan tidak mungkin Alun-alun Bandung akan kembali beroperasi tanpa batasan waktu seperti sediakala.
Kronologi Penutupan dan Perbaikan
Langkah penutupan yang dilakukan pemerintah kota pada akhir tahun lalu merupakan respons cepat atas banyaknya aduan masyarakat. Farhan menyebutkan, keluhan-keluhan tersebut mulai bermunculan pada periode Desember dan Januari, yang sebagian besar berkaitan dengan kondisi fasilitas yang dinilai belum layak.
“Kenapa kemarin waktu itu ditutup? Karena dari Desember sama Januari banyak keluhan belum beres, maka saya tutup dulu, perbaiki,” kata Farhan.
Ia menjelaskan, proses perbaikan dan evaluasi telah dilakukan secara bertahap sebelum akhirnya pintu taman kembali dibuka untuk publik. Meski demikian, ia tetap berharap agar pembukaan kali ini bisa berlangsung permanen dan tidak lagi diwarnai penutupan mendadak.
Warisan Sejarah untuk Warga
Lebih dari sekadar ruang hijau di tengah kota, Alun-alun Bandung memiliki nilai historis yang kuat. Farhan menilai kawasan ini merupakan warisan penting dari para pendiri Kota Bandung yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh generasi sekarang.
“Untuk masyarakat silakan manfaatkan ruang terbuka publik ini yang merupakan warisan dari para pendiri Kota Bandung untuk betul-betul dimanfaatkan sebagai ruang terbuka bersama-sama,” katanya.
Suasana di lokasi pada Rabu siang terlihat mulai ramai. Beberapa warga tampak duduk-duduk santai di area rumput, sementara anak-anak bermain di sekitar taman. Pemandangan ini seolah menjadi pertanda bahwa fungsi taman sebagai ruang berkumpul publik mulai kembali hidup setelah sempat vakum beberapa bulan.
Harapan untuk Ruang Terbuka yang Nyaman
Dengan dibukanya kembali taman ini, warga diharapkan dapat memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan positif, baik bersama keluarga maupun komunitas. Mulai dari sekadar berkumpul, bermain, hingga piknik sore hari. Namun, pengunjung tetap diminta untuk mematuhi aturan yang berlaku agar kenyamanan bersama selalu terjaga.
Farhan pun menaruh harapan besar pada keberadaan taman ini. Ia ingin Alun-alun Bandung tidak hanya menjadi ikon kota, tetapi juga tempat yang membawa kebahagiaan bagi seluruh warganya tanpa terkecuali.
“Kita ingin taman ini menjadi taman yang akan selalu membuat seluruh warga Bandung bahagia dan gratis,” ucapnya.
Artikel Terkait
Vale Indonesia Investasi Lebih dari USD450 Juta untuk Energi Terbarukan Gantikan Opsi Batu Bara
Rosan Roeslani Hadiri Resepsi HUT Singapura ke-61, Tekankan Komitmen Perkuat Kerja Sama Bilateral Menuju 60 Tahun Diplomasi
Gempa NTT Rusak 502 Sekolah, 177 Ribu Murid Terdampak
Gempa NTT: Korban Jiwa Bertambah Jadi 75 Orang, 92.735 Warga Mengungsi