PARADAPOS.COM - Seorang pria berinisial WH (47), yang diketahui menjabat sebagai direktur sebuah perusahaan, ditemukan tewas di dalam kamar Hotel St Regis, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/7) malam. Korban memiliki luka tembak di tubuhnya. Polisi menduga kuat kasus ini terkait masalah rumah tangga, dan mengungkapkan bahwa WH sempat mengirimkan pesan permintaan maaf kepada istrinya sebelum ditemukan meninggal dunia. Hingga saat ini, penyidik belum menemukan bukti keterlibatan pihak lain.
Kronologi Penemuan Jasad dan Pesan Terakhir
Jasad WH pertama kali ditemukan oleh sopir pribadinya. Sebelumnya, sang istri merasa curiga setelah menerima pesan dari WH. Dalam pesan singkat tersebut, korban menyampaikan permintaan maaf. Kecurigaan itulah yang kemudian mendorong istri untuk meminta sopir mengecek kondisi WH di kamar hotel.
“Istri kan curiga. Terus (sopir) dapat telepon dari keluarga suruh ngecek, terus dicek,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, saat dihubungi pada Jumat (17/7).
Sopir tersebut kemudian menemukan WH sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar. Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan sebuah senjata api di samping korban.
Dugaan Sementara: Masalah Rumah Tangga
Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengungkap bahwa WH dan istrinya tengah menghadapi konflik rumah tangga. Meski demikian, Joko menjelaskan bahwa komunikasi antara keduanya pada hari kejadian justru menunjukkan arah yang positif.
“Dugaannya kan sedang ada masalah sama istri. Jadi ada masalah pribadi dia. Ada salah sama istri gitu,” terang Joko.
Ia menambahkan, “Sebenarnya mereka tuh sedang akan memperbaiki gitu loh. Memang awalnya suaminya merasa salah sama istrinya, kemudian hari itu sebenarnya komunikasi baik sama istrinya, dan mereka bermaksud untuk memperbaiki.”
WH datang ke hotel dengan ditemani oleh sopirnya. Belum diketahui secara pasti sejak kapan korban menginap di hotel mewah tersebut sebelum akhirnya ditemukan tewas.
Temuan Senjata Api di TKP
Selain jasad korban, polisi juga menemukan sebuah senjata api (senpi) di lokasi kejadian. Senjata tersebut diduga kuat digunakan oleh WH untuk menembak dirinya sendiri. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa senpi tersebut memiliki surat kepemilikan yang sah dan sesuai dengan identitas korban.
“Perkembangan penyelidikan terkait orang yang ditemukan meninggal dunia dan ditemukan juga dengan senpi di TKP,” jelas Joko kepada wartawan pada Senin (20/7).
Polisi juga menemukan surat kepemilikan senpi yang sesuai dengan identitas korban. Hal ini memperkuat dugaan bahwa tidak ada pihak ketiga yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mendalami motif di balik peristiwa tragis ini. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai bagaimana senjata api tersebut bisa lolos dari pengamanan hotel.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Non-Tugas Lumpuhkan Penyerang di Paris, Tiga Wanita Tertusuk Pisau
Febri Adriansyah Resmi Ditahan, Kuasa Hukum Bantah Semua Dugaan dan Pertanyakan Dasar Hukum Tersangka
Pelatih Kamboja Akui Kualitas Indonesia Usai Dibantai 5-1 di Piala AFF 2026
Angela Tanoesoedibjo Soroti Kasus Pengeroyokan di Bali, Ajak Kader Perindo Peka pada Sisi Kemanusiaan