Respons Gibran Soal Harga BBM Rp25 Ribu di Papua Viral, Tuai Pro Kontra Netizen

- Rabu, 21 Januari 2026 | 18:50 WIB
Respons Gibran Soal Harga BBM Rp25 Ribu di Papua Viral, Tuai Pro Kontra Netizen
Viral Respons Gibran Soal Harga BBM Rp25 Ribu di Papua, Tuai Pro Kontra

Respons Gibran Soal Harga BBM Rp25 Ribu di Papua Viral, Tuai Pro Kontra Netizen

Sebuah potongan video kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Wamena, Papua, menjadi sorotan dan viral di media sosial. Video yang diunggah akun X @bripvdv itu menampilkan momen warga menyampaikan keluhan tentang biaya hidup, khususnya harga BBM yang melambung tinggi.

Dalam video tersebut, seorang warga lokal menyebut harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayahnya mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per liter. Harga ini jauh di atas harga eceran resmi yang ditetapkan pemerintah.

"Bahan bakarnya harga mahal, jadi tolong bapak kasih turun harganya, itu saja saya sampaikan. Harga ada Rp25 (ribu), ada Rp20 (ribu) begitu satu liter," ujar warga tersebut, seperti terekam dalam video pada Rabu (21/1/2026).

Respons Gibran Saat Dengar Keluhan Harga BBM

Mendengar keluhan tersebut, Gibran yang tampil dengan kemeja hijau dan topi terlihat mendengarkan. Ia kemudian bertanya singkat untuk memastikan jenis BBM yang dimaksud.

"Apa (jenisnya), Pertalite?" tanya Gibran.

Setelah warga mengonfirmasi bahwa harga tinggi itu berlaku untuk semua jenis BBM, termasuk solar, Gibran memberikan respons yang kini ramai diperdebatkan.

"Nanti saya atasi ya, kita ini dulu mau aspal jalan-jalannya dulu ya, bareng-bareng sama inflasi jadi," jawab Gibran.

Respons yang mengalihkan fokus pada proyek infrastruktur jalan ini langsung menuai beragam tanggapan dari warganet.

Pro Kontra Tanggapan Netizen di Media Sosial

Video viral Gibran dan warga Papua itu memicu diskusi panas di media sosial. Banyak netizen menyayangkan respons Gibran yang dinilai kurang menunjukkan empati dan tidak langsung menjawab urgensi keluhan warga.

Netizen mengkritik karena persoalan harga energi yang mendesak dijawab dengan rencana pembangunan jalan. Mereka menilai ada kesenjangan antara kebutuhan mendesak warga dan sikap yang ditunjukkan.

Di sisi lain, sebagian netizen memandang pernyataan Gibran sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh, di mana pembangunan infrastruktur jalan dianggap bisa membantu menekan inflasi dan distribusi barang di Papua.

Video ini terus dibagikan dan dikomentari, memicu diskusi panjang mengenai efektivitas program BBM Satu Harga dan komitmen pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat di wilayah tertinggal, khususnya Papua.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar