PARADAPOS.COM - Sebanyak 83 penonton mengalami luka-luka setelah tribun non permanen ambruk di ajang Kejuaraan Nasional Drift Speed Fest yang digelar di GOR Satria, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Insiden ini terjadi pada saat para drifter melakukan selebrasi dengan melemparkan kaos kepada penonton, yang diduga menyebabkan beban tribun tidak merata. Seluruh korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Purwokerto untuk mendapatkan perawatan medis, sementara kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti dan kemungkinan adanya unsur kelalaian.
Korban Mengalami Luka Ringan hingga Patah Tulang
Proses evakuasi berlangsung cepat setelah tribun ambruk. Para korban langsung dilarikan ke beberapa rumah sakit di Purwokerto. Sebagian besar mengalami luka ringan hingga sedang, namun ada pula yang menderita patah tulang atau fraktur.
"Kemudian kita kemarin itu mengecek juga ada yang sampai patah tulang, fraktur," ujar Kapolresta Banyumas Kombes Petrus P. Silalahi saat dikonfirmasi pada Selasa, 28 Juli 2026.
Penyebab Sementara: Penonton Berdesakan Akibat Selebrasi
Hasil penyelidikan awal mengindikasikan bahwa beban di tribun tidak merata. Hal ini dipicu oleh penumpukan penonton di satu sisi saat para drifter melakukan selebrasi dengan membagikan atau melemparkan kaos kepada penonton. Aksi pembagian suvenir tersebut, menurut Petrus, berlangsung lebih dari satu kali sehingga memicu penonton terus berpindah dan berdesak-desakan. Kondisi itu diduga menyebabkan tribun bergeser, berguncang, lalu akhirnya roboh.
Polresta Banyumas mengungkapkan bahwa sebelum perlombaan digelar, telah dilakukan rapat koordinasi pengamanan serta pengecekan lokasi, termasuk pemeriksaan terhadap tribun non permanen. Tribun berkapasitas sekitar 250 orang itu bahkan telah digunakan pada hari pertama tanpa kendala.
Penyelidikan dan Evaluasi Keselamatan
Selain menangani korban, polisi mulai mengevaluasi aspek keselamatan penyelenggaraan Kejurnas Drift Speed Fest. Pemeriksaan difokuskan pada konstruksi tribun non permanen, kapasitas beban, serta kepatuhan penyelenggara terhadap standar keamanan acara. Dalam proses penyelidikan, sedikitnya 10 saksi telah diperiksa. Mereka berasal dari unsur panitia, penanggung jawab acara, petugas keamanan, steward, kru panggung, hingga pimpinan pertandingan guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan teknis terhadap konstruksi tribun dan mengumpulkan keterangan saksi. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian penyelenggara sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan pada penyelenggaraan event olahraga berskala nasional.
Artikel Terkait
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Simbol Kesabaran Revolusioner
Harta Andi Tenri Walinonong Susut Rp726 Juta dalam Enam Bulan, Diikuti Laporan Dugaan Penganiayaan Staf
Burnham Terima Zelensky di Portsmouth, Inggris Bagikan Hak Produksi Sistem Perang Elektronik Stone Cloak ke Ukraina
Lebih dari 5.100 Warga Tangerang Terdeteksi TBC Sepanjang Semester Pertama 2026