PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, pada Selasa (28/7) memicu penghentian total layanan kereta cepat Kyushu Shinkansen dan melumpuhkan sistem transportasi di wilayah tersebut. Badan Meteorologi Jepang mencatat gempa mencapai intensitas maksimum level 7 pada skala intensitas gempa nasional, menyebabkan kerusakan parah termasuk runtuhnya lantai dua sebuah pusat perbelanjaan yang dioperasikan grup Aeon. Hingga Rabu, otoritas setempat mengonfirmasi dua perempuan meninggal dunia dan satu wanita lainnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, sementara tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang.
Gangguan Transportasi dan Kewaspadaan Gempa Susulan
Dampak langsung dari gempa terasa pada sektor transportasi. Layanan Kyushu Shinkansen dihentikan sepenuhnya pada Rabu sebagai langkah antisipasi keselamatan. Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Kumamoto mengumumkan bahwa trem kota akan kembali beroperasi, namun dengan pengurangan kecepatan yang signifikan. Pihak berwenang mengingatkan bahwa layanan tersebut dapat kembali ditangguhkan sewaktu-waktu jika terjadi gempa bumi kuat susulan.
Badan meteorologi setempat secara khusus meminta masyarakat untuk tetap waspada. "Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan," ujar perwakilan badan tersebut. Sistem kereta api, jalan raya, dan transportasi udara di prefektur itu pun mengalami gangguan besar sejak gempa pertama terjadi.
Ledakan di Pusat Perbelanjaan dan Upaya Evakuasi
Situasi dramatis terjadi setelah gempa mengguncang. Sebuah ledakan keras mengguncang pusat perbelanjaan di Kumamoto yang dikelola grup Aeon. Tim penyelamat langsung dikerahkan dan masih berupaya mencari korban yang dilaporkan hilang di tengah puing-puing bangunan.
Proses evakuasi berlangsung cepat sebelum kondisi semakin memburuk. Pihak berwenang setempat menuturkan, sekitar 200 orang berhasil dievakuasi dari mal tersebut sebelum bangunan itu meledak dan lantai dua runtuh total. "Dua perempuan dipastikan meninggal dunia dan seorang wanita ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri," jelas pihak berwenang pada Rabu.
Keahlian dan Analisis Geologis
Para ahli geologi sebelumnya menduga bahwa gempa bumi magnitudo 7,1 ini dipicu oleh tekanan dari sesar lama di kawasan tersebut. Meskipun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi penyebab pasti gempa. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada data resmi dari badan meteorologi.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jurnalis iNews TV Rudi Setiawan Raih Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum UBP Karawang di Usia 55 Tahun
Polisi Tetapkan Satpam Sebagai Otak Pencurian 1.700 Baki Makanan Program MBG di Ciputat Timur
KPK Kembali OTT Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro Diamankan
Rupiah Melemah ke Rp18.099 per Dolar AS di Tengah Tekanan Suku Bunga The Fed dan Geopolitik Timur Tengah