PARADAPOS.COM - Presiden Joko Widodo mewakili Indonesia dalam sebuah acara kenegaraan di Vatikan.
Alih-alih menunjukkan kehadiran yang diperhitungkan, Jokowi justru menjadi sorotan karena tampak diacuhkan oleh para pemimpin dunia yang hadir.
Dalam laporan yang dimuat Tempo, Jokowi terlihat berjalan seorang diri, clingak-clinguk di tengah keramaian tamu undangan lain yang sibuk saling berjabat tangan, bercakap-cakap, dan berinteraksi akrab.
Pemandangan itu mengundang perhatian luas, mengingat posisi Jokowi sebagai kepala negara dari negara berpenduduk keempat terbesar di dunia.
Ketidakmampuan Jokowi membaur di forum internasional tersebut memunculkan sejumlah analisis mengenai penyebab di balik sikap dingin yang ditunjukkan komunitas dunia terhadapnya.
👉 Video di Akhir Artikel
Beberapa faktor mencuat. Pertama, keterbatasan kemampuan bahasa Inggris Jokowi yang sudah lama menjadi sorotan.
Di berbagai forum internasional, Jokowi kerap menunjukkan ketidakmampuan berkomunikasi secara efektif dalam bahasa pengantar dunia tersebut.
Minimnya keterampilan bahasa ini membuatnya kesulitan menjalin komunikasi informal, yang pada umumnya menjadi kunci dalam membangun jejaring diplomatik.
Kedua, lemahnya kemampuan diplomasi Jokowi turut disorot. Dalam berbagai pertemuan global sebelumnya, Jokowi dinilai lebih sering tampil pasif, tanpa menawarkan gagasan besar atau kontribusi signifikan terhadap isu-isu global.
Ketidakaktifan ini perlahan mendorong Indonesia ke posisi pinggiran dalam forum-forum internasional, meskipun secara geopolitik Indonesia memiliki potensi besar untuk berperan strategis.
Selain itu, faktor reputasi pribadi Jokowi di tingkat internasional tak bisa diabaikan.
Artikel Terkait
Militer AS Siap Serang Iran: Pentagon Laporkan Kesiapan Penuh ke Trump, Iran Perkuat Armada Drone
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Ancaman Balasan Jika AS Agresi Militer
Ledakan di Teheran: Fakta Uji Coba Militer Iran & Ancaman AS yang Memanas
Latihan Militer Iran di Selat Hormuz: Respons Ancaman AS & Analisis Dampaknya