Oppo A7 Terdaftar di Sertifikasi Tiongkok, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Layar AMOLED

- Senin, 03 Agustus 2026 | 00:00 WIB
Oppo A7 Terdaftar di Sertifikasi Tiongkok, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Layar AMOLED

PARADAPOS.COM - Oppo kembali menyiapkan kejutan di segmen menengah. Lewat seri A, ponsel anyar yang diyakini bernama Oppo A7 muncul di basis data sertifikasi TENAA Tiongkok. Dari dokumen itu, terkuak sejumlah spesifikasi utama, termasuk baterai jumbo 8.000 mAh, layar AMOLED, dan opsi penyimpanan hingga 1 TB. Nomor model PYE110 tercatat dalam dokumen tersebut, menandakan proses sertifikasi sedang berjalan.

Kemunculan di TENAA biasanya menjadi penanda bahwa peluncuran resmi sudah di depan mata. Namun, Oppo masih bungkam soal tanggal rilis, harga, maupun nama pemasaran perangkat ini. Yang jelas, bocoran ini cukup menarik perhatian karena membawa spesifikasi yang jarang ditemui di kelasnya.

Baterai 8.000 mAh Jadi Nilai Jual Utama

Salah satu hal yang paling menyita perhatian dari dokumen sertifikasi tersebut adalah kapasitas baterainya. Oppo A7 disebut-sebut menggendong baterai 8.000 mAh. Angka ini jauh lebih besar dari rata-rata ponsel kelas menengah yang biasanya berkisar 5.000 hingga 6.000 mAh. Dengan kapasitas sebesar itu, perangkat ini diharapkan bisa bertahan lebih lama untuk aktivitas harian seperti streaming, bermain game, atau bekerja dengan berbagai aplikasi tanpa sering mencari colokan listrik.

Selain baterai, panel layarnya juga tak kalah menarik. TENAA mengungkapkan penggunaan layar AMOLED 6,57 inci dengan resolusi Full HD (2372 x 1080 piksel). Layar ini sudah dilengkapi pemindai sidik jari di bawah permukaan layar, sebuah fitur yang biasanya baru ditemukan di ponsel kelas menengah atas.

Dari sisi perangkat lunak, Oppo A7 diprediksi membawa Android 16 dengan antarmuka ColorOS 16. Kombinasi ini diharapkan menghadirkan peningkatan keamanan, efisiensi daya, dan pengalaman pengguna yang lebih segar.

Kamera Ganda dan Beragam Pilihan Memori

Bidang fotografi juga ikut terungkap. Berdasarkan sertifikasi, Oppo A7 memiliki kamera utama 50MP yang dipadukan dengan kamera sekunder 2MP di bagian belakang. Sementara untuk kebutuhan swafoto atau video call, tersedia kamera depan 8MP. Meski konfigurasi ini terbilang sederhana dibanding ponsel premium, kombinasi tersebut diperkirakan cukup mumpuni untuk kebutuhan fotografi sehari-hari.

Soal performa, TENAA belum menyebutkan nama chipset yang digunakan. Namun, dokumen tersebut mencatat prosesor pendukungnya memiliki kecepatan maksimal 2,5 GHz, yang mengindikasikan penggunaan chipset kelas menengah terbaru. Oppo sendiri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai dapur pacu ini.

Untuk urusan memori, Oppo A7 dikabarkan hadir dalam beberapa pilihan. RAM yang tersedia mulai dari 8GB hingga 16GB. Sementara itu, kapasitas penyimpanannya juga variatif: 256GB, 512GB, dan hingga 1TB. Pilihan ini tentu memberi keleluasaan bagi pengguna yang membutuhkan ruang besar untuk file, foto, dan aplikasi.

Menunggu Pengumuman Resmi Oppo

Terdaftarnya Oppo A7 di TENAA menjadi sinyal kuat bahwa peluncuran perangkat ini semakin dekat. Meski begitu, Oppo masih belum mengumumkan jadwal peluncuran, banderol harga, atau pasar pertama yang akan dituju.

Jika seluruh spesifikasi yang beredar ini benar, Oppo A7 berpotensi menjadi pesaing kuat di kelas menengah. Kombinasi baterai besar, layar AMOLED, dan opsi memori yang luas adalah perpaduan yang jarang ditemukan dalam satu perangkat. Strategi ini juga menunjukkan tren baru di industri, di mana produsen mulai berlomba menghadirkan daya tahan baterai lebih lama tanpa mengorbankan fitur-fitur penting lainnya.

Kendati demikian, semua informasi yang beredar saat ini masih berasal dari dokumen sertifikasi. Detail akhir, termasuk spesifikasi lengkap, harga, dan ketersediaan, baru bisa dipastikan setelah Oppo memberikan pernyataan resmi. Sampai saat itu tiba, publik hanya bisa menunggu dan berspekulasi.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar