PARADAPOS.COM -Rencana pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih menyedot perhatian publik.
Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran menduga ada motif tertentu di balik rencana pertemuan dua tokoh ini.
"Pertemuan Megawati-Prabowo sekadar rekonsiliasi jangka pendek," kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (12/4).
Analis Politik Universitas Nasional itu membaca, PDIP mempunyai kepentingan mempertahankan posisi Puan Maharani yang notabene putri Megawati sebagai ketua DPR RI.
"Agar tidak digoyang, paling tidak PDIP butuh garansi dari Prabowo. Setelah itu, PDIP sepertinya akan berada di posisi oposisi," ungkap Andi Yusran.
Salah satu faktor yang membuat partai berlambang banteng moncong putih itu kurang nyaman merapat ke pemerintahan Prabowo mendatang karena intervensi Presiden Joko Widodo yang tidak lain adalah kader PDIP.
"Faktor Jokowi dan Gibran menjadi variabel resistensi rekonsiliasi Mega-Prabowo," pungkasnya
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Mendadak, Ketegangan dengan Menkeu soal Likuiditas dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Sorotan
Rudy Bantah Klaim Jokowi soal 54 Kali Temui PKL: Hanya Dua Kali Hadir
Mantan Ketua PDIP Solo Kecewa Jokowi Langgar Janji soal Anak Tak akan Masuk Politik
Indikator Politik Indonesia Bantah Dokumen Survei Capres 2029 yang Beredar Luas