Menteri Koperasi Resmikan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Yahukimo

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Menteri Koperasi Resmikan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Yahukimo

PARADAPOS.COM - Menteri Koperasi Ferry Juliantono memulai pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Dalam kunjungan kerjanya itu, ia menegaskan bahwa negara hadir untuk membangun perekonomian hingga ke wilayah terluar. Peletakan batu pertama ini disaksikan langsung oleh Bupati Yahukimo Didimus Yahuli dan Wakil Bupati Esau Miram, sekaligus menandai dimulainya proyek strategis yang menyasar penguatan ekonomi akar rumput di tengah tantangan geografis dan keamanan yang khas di daerah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di tengah hiruk-pikuk Distrik Dekai ini bukan sekadar seremoni. Ferry Juliantono, yang tiba dengan rombongan terbatas, langsung meninjau kesiapan Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah yang sama. Kehadirannya di sana menjadi sinyal bahwa program-program prioritas pemerintah tidak berhenti di tengah kondisi lapangan yang tidak selalu mudah.

Negara Hadir di Tengah Tantangan Keamanan

Di sela-sela agenda yang padat, Ferry menegaskan bahwa berbagai program pembangunan pemerintah akan terus berjalan. Ia secara gamblang menyebut tantangan keamanan di sejumlah titik Papua Pegunungan sebagai bagian dari dinamika yang harus dihadapi, bukan penghalang. "Pemerintah berkomitmen memastikan kehadiran negara dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali," ujarnya di hadapan para pejabat daerah dan tokoh masyarakat setempat.

Pernyataan itu ia sampaikan dengan nada tenang namun tegas. Menurutnya, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dan dapur SPPG adalah bukti nyata bahwa negara hadir, bukan hanya dalam bentuk janji, tetapi dalam wujud fisik yang bisa digunakan masyarakat setiap hari. "Karena itu, pembangunan ini tetap dilanjutkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program pelayanan publik," lanjutnya.

Lebih dari Sekadar Beton dan Atap

Ferry mengingatkan bahwa pembangunan koperasi tidak boleh dimaknai sebagai proyek fisik belaka. Ia menekankan bahwa gedung yang nantinya berdiri harus menjadi pusat denyut ekonomi warga. "Koperasi harus menjadi lembaga ekonomi yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," tuturnya, mengalihkan perhatian dari sekadar seremoni peletakan batu pertama ke visi jangka panjang.

Ia kemudian menjelaskan harapannya secara lebih rinci. Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi institusi ekonomi yang hidup, dikelola secara profesional, serta mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat Kabupaten Yahukimo. Artinya, koperasi ini dirancang bukan untuk menjadi gudang penyimpanan yang mati, melainkan sebagai penggerak usaha kecil, tempat bertemunya kebutuhan warga dengan solusi ekonomi yang nyata.

Di lapangan, warga yang hadir tampak menyambut antusias. Bagi mereka, kehadiran koperasi dan dapur gizi adalah harapan baru di tengah keterbatasan akses terhadap pasar dan layanan publik. Meski cuaca di Dekai siang itu cukup terik, semangat warga yang berkerumun di sekitar lokasi acara tidak surut. Mereka berdiri di bawah tenda darurat, menyimak setiap arahan yang disampaikan oleh Menteri Koperasi.

Setelah rangkaian acara selesai, Ferry Juliantono masih sempat berdialog singkat dengan sejumlah pengurus koperasi setempat. Ia berpesan agar pengelolaan nantinya dilakukan dengan transparan dan penuh tanggung jawab. "Koperasi ini milik masyarakat, jadi pastikan manfaatnya kembali ke masyarakat," ujarnya mengakhiri kunjungannya sebelum meninggalkan Distrik Dekai.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler