Erick Thohir Janji Evaluasi Menyeluruh Usai Timnas Indonesia Tersingkir di Piala AFF 2026

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Erick Thohir Janji Evaluasi Menyeluruh Usai Timnas Indonesia Tersingkir di Piala AFF 2026

PARADAPOS.COM - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, buka suara terkait kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Kekalahan mental dari Singapura pada laga pamungkas Grup A, Jumat (7/8/2026), memaksa Garuda pulang lebih awal. Hasil imbang 1-1 di Stadion Jalan Besar itu membuat Indonesia gagal menembus semifinal, dan Erick Thohir pun berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh demi menyambut turnamen-turnamen besar berikutnya. Evaluasi Menyeluruh untuk Masa Depan Garuda Kepastian tersingkirnya Indonesia memang baru diketahui setelah peluit panjang dibunyikan. Skuad asuhan John Herdman itu harus rela menempati posisi ketiga klasemen akhir Grup A, di bawah Vietnam yang kokoh di puncak dengan 10 poin dan Singapura yang menguntit di posisi kedua dengan 8 poin. Satu poin yang diraih di laga terakhir ternyata tidak cukup untuk membawa Indonesia melaju ke babak semifinal. Menanggapi hasil yang mengecewakan ini, Erick Thohir langsung memberikan pernyataan resmi melalui akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan akan segera bergerak. "Kami akan melakukan evaluasi terhadap hasil di ASEAN Championship 2026 agar Timnas Indonesia lebih siap untuk menghadapi sejumlah turnamen penting ke depan," tulis Erick dalam unggahan terbarunya, Jumat (7/8/2026). Drama di Jalan Besar: Gol Cepat yang Sirna Jalannya pertandingan sebenarnya sempat memberikan harapan besar bagi para pendukung Garuda. Indonesia tampil percaya diri dan berhasil unggul lebih dulu melalui aksi Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47. Gol tersebut seolah menjadi jawaban atas tekanan yang diberikan Singapura sepanjang babak pertama. Namun, keunggulan tipis tersebut tidak bertahan lama. Pada menit ke-66, Singapura berhasil menyamakan kedudukan. Gol tersebut lahir dari sebuah kesalahan fatal, bermula dari kurangnya koordinasi antara dua pemain belakang Indonesia, Rizky Ridho dan Cahya Supriadi. Momen tersebut menjadi titik balik yang membuat mental para pemain Garuda sedikit goyah. Meski demikian, Erick Thohir tetap mengapresiasi perjuangan anak buahnya di lapangan. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya secara khusus kepada seluruh elemen tim yang telah bekerja keras. "Terima kasih untuk seluruh pemain, pelatih dan ofisial Timnas Indonesia yang telah berjuang di ASEAN Championship 2026," tutur Erick dalam pernyataan lanjutannya. Catatan Kelam Beruntun di Panggung ASEAN Kegagalan ini bukanlah yang pertama bagi Indonesia. Hasil ini menandai kegagalan kedua secara beruntun bagi Garuda untuk menembus semifinal. Dua tahun lalu, saat masih ditangani Shin Tae-yong, Indonesia juga gagal melaju setelah hanya menghuni peringkat ketiga dengan koleksi empat poin. Jejak terakhir kali Indonesia merasakan manisnya semifinal adalah pada edisi 2020. Saat itu, skuad Garuda tampil gemilang dan berhasil melaju hingga partai puncak. Namun, langkah mereka terhenti setelah dikalahkan Thailand dengan agregat 2-6. Secara historis, Indonesia memang kerap menjadi "raja runner-up" di ajang ini. Prestasi terbaik yang pernah diraih adalah menjadi finalis sebanyak enam kali, yaitu pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Namun, status tersebut tak pernah berhasil dikonversi menjadi gelar juara. Agenda Padat Menanti Tim Garuda Kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga. Namun, waktu untuk berlarut-larut tidaklah banyak. Setelah kegagalan di Piala AFF 2026, Tim Garuda dijadwalkan akan langsung menghadapi laga-laga di FIFA ASEAN Cup dan FIFA Match Day pada tahun ini. Setelah itu, tantangan yang jauh lebih besar sudah menanti, yaitu Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi mulai Januari 2027. Evaluasi yang dijanjikan Erick Thohir pun diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi performa tim di kancah internasional.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar