Wali Kota Bandung Janji Evaluasi Total Trotoar Jalan Ahmad Yani Usai Viral Pejalan Kaki Nyaris Tertabrak Motor

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:00 WIB
Wali Kota Bandung Janji Evaluasi Total Trotoar Jalan Ahmad Yani Usai Viral Pejalan Kaki Nyaris Tertabrak Motor

PARADAPOS.COM - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pejalan kaki di Kota Bandung nyaris tertabrak kendaraan bermotor karena trotoar di Jalan Ahmad Yani dipenuhi lapak pedagang kaki lima (PKL) viral di media sosial. Insiden yang terekam ini memicu kecaman luas dari netizen dan mendorong Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk berjanji melakukan evaluasi total serta memberikan teguran keras kepada jajaran kewilayahan setempat. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026, dan menjadi sorotan tajam atas buruknya pengelolaan ruang publik di ibu kota Jawa Barat tersebut.

Rekaman amatir yang beredar luas memperlihatkan momen menegangkan ketika seorang pejalan kaki terpaksa melangkah turun ke badan jalan yang padat kendaraan. Langkahnya tampak ragu, sesekali menoleh ke kiri dan kanan, mencoba mencari celah di antara laju sepeda motor yang melintas dengan kecepatan sedang. Seketika, sebuah motor melaju cukup dekat, membuat pejalan kaki itu tersentak mundur. Beruntung, pengendara motor tersebut sempat mengerem, sehingga tabrakan dapat dihindari dalam hitungan detik.

Kejadian ini bukan sekadar soal ketidaknyamanan. Lebih dari itu, ini adalah persoalan keselamatan jiwa. Ruang yang seharusnya menjadi area aman dan nyaman bagi pejalan kaki—termasuk anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas—kini beralih fungsi menjadi area berjualan yang semrawut. Trotoar yang seharusnya menjadi pelindung justru menjadi penyebab warga berhadapan langsung dengan risiko tertabrak kendaraan bermotor.

Kekecewaan Netizen dan Kronologi Viral

Video yang diunggah oleh akun media sosial tertentu langsung menyebar cepat dan memicu gelombang kekecewaan. Banyak warganet yang menyuarakan keprihatinan atas kondisi tersebut, menilai bahwa penegakan aturan di Kota Bandung masih lemah. Mereka mempertanyakan mengapa trotoar yang merupakan fasilitas umum bisa dibiarkan dikuasai oleh pedagang tanpa ada tindakan tegas dari aparat.

Dalam narasi yang menyertai unggahan video tersebut, pengunggah menuliskan keluhan yang menggambarkan situasi di lapangan secara gamblang.

"Situasi ini sangat memprihatinkan dan membahayakan. Pejalan kaki dipaksa turun ke badan jalan karena trotoar tertutup total oleh lapak pedagang," tulis pengunggah video dalam narasi yang beredar di media sosial.

Kekhawatiran publik semakin besar karena kondisi ini bukanlah hal baru. Persoalan PKL di Jalan Ahmad Yani seolah menjadi pemandangan yang sudah mengakar dan sulit diurai. Namun, video kali ini berhasil menangkap momen paling krusial: nyaris terjadinya kecelakaan yang bisa merenggut nyawa.

Respons Wali Kota: Evaluasi Total dan Teguran Keras

Menanggapi gejolak yang terjadi di masyarakat, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan akhirnya buka suara. Ia mengaku telah mengetahui permasalahan menjamurnya PKL di kawasan Jalan Ahmad Yani sejak lama. Pengakuan ini sekaligus memunculkan pertanyaan besar di benak publik: jika sudah tahu, mengapa penanganannya tak kunjung maksimal?

Farhan menjelaskan bahwa sebenarnya pemerintah kota telah menginstruksikan jajaran wilayah untuk segera menata para pedagang. Namun, ia menyayangkan hingga saat ini belum ada perubahan signifikan yang terlihat di lapangan. Instruksi tersebut seolah hanya menjadi dokumen tanpa implementasi nyata.

"Penataan PKL di kawasan tersebut sudah diinstruksikan, tetapi respon di lapangan masih lambat. Kami akan lakukan evaluasi total," ujar Farhan, Jumat (7/8/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya pengakuan atas kelambanan birokrasi. Lebih lanjut, karena persoalan ini tak kunjung selesai, Farhan menegaskan akan memberikan teguran keras kepada jajaran kewilayahan setempat, khususnya Camat Kebon Pisang. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menangani masalah yang sudah memicu keresahan publik.

Harapan Akan Tindakan Konkret

Viralnya insiden ini menjadi momentum bagi pemerintah Kota Bandung untuk bergerak cepat. Publik tidak lagi ingin mendengar sekadar imbauan atau janji. Yang dibutuhkan adalah tindakan tegas dan langkah konkret di lapangan. Penertiban serta penataan kembali fungsi trotoar sangat mendesak dilakukan agar hak serta keselamatan pejalan kaki di Kota Bandung dapat terjamin.

Pertanyaannya kini, akankah teguran keras dan evaluasi total yang dijanjikan tersebut benar-benar membawa perubahan? Atau justru akan menjadi bagian dari rangkaian janji politik yang kembali meredup seiring berjalannya waktu? Masyarakat Bandung, terutama mereka yang setiap hari melintasi Jalan Ahmad Yani, tentu berharap agar trotoar dapat kembali menjadi ruang yang manusiawi, bukan ajang bertaruh nyawa.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar