Prabowo Ungguli Elektabilitas Versi IPO, KDM dan Anies Bersaing Ketat di Papan Atas

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Prabowo Ungguli Elektabilitas Versi IPO, KDM dan Anies Bersaing Ketat di Papan Atas

PARADAPOS.COM - JAKARTA – Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis temuan terbaru bertajuk "Evaluasi Kebijakan Publik dan Stabilitas Sosial-Politik Nasional". Dalam simulasi terbuka, nama Prabowo Subianto muncul sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi, mengungguli sejumlah calon potensial lainnya. Hasil ini menjadi sinyal penting mengenai peta preferensi politik masyarakat jelang kontestasi nasional mendatang.

Prabowo Memimpin di Simulasi Terbuka

Berdasarkan data yang dipaparkan IPO, dalam simulasi terbuka—di mana responden diberikan kebebasan penuh untuk menyebutkan nama pilihannya tanpa intervensi—Prabowo Subianto menempati posisi puncak dengan perolehan suara sebesar 23,4 persen. Angka ini menjadikannya yang tertinggi dibandingkan tokoh-tokoh lain yang namanya turut dirilis dalam survei tersebut.

Kendati berada di urutan teratas, Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengingatkan bahwa keunggulan ini belum bisa dianggap aman. Ia menuturkan, jarak elektabilitas antara Prabowo dengan pesaing terdekatnya tidak terlalu signifikan.

"Dalam simulasi terbuka, responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas," katanya melalui layanan pesan, Sabtu (8/8).

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa capaian elektabilitas Prabowo nyaris berimbang dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, serta eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan. "Ya, memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," ujarnya.

Persaingan Ketat di Papan Atas

Data IPO menunjukkan KDM berada di posisi kedua dengan raihan elektabilitas 21,7 persen, disusul Anies Baswedan di posisi ketiga dengan 11,5 persen. Jarak yang tipis antara Prabowo dan KDM menjadi catatan tersendiri, mengingat dinamika dukungan politik kerap berubah cepat.

Menurut Dedi, keberlanjutan dukungan masyarakat terhadap Presiden Prabowo akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh publik. Ia menekankan pentingnya menjaga persepsi positif di tengah masyarakat.

"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya," jelas Dedi.

Di bawah tiga nama teratas, terdapat Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memperoleh 4,5 persen, disusul eks Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 4,1 persen, dan Gibran Rakabuming Raka di angka 3,9 persen. Tokoh lain seperti Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (2,1 persen), eks Menko Polhukam Mahfud MD (1,7 persen), Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (1,5 persen), Ketum PKB Muhaimin Iskandar (1,2 persen), serta Ketum PAN Zulkifli Hasan (1,0 persen) turut masuk dalam daftar.

Hasil Berbeda Saat Simulasi Sepuluh Nama

Menariknya, peta elektabilitas berubah ketika IPO menggunakan metode simulasi dengan daftar sepuluh nama. Dalam skenario ini, Prabowo tidak lagi menjadi yang teratas. Ia harus puas menempati posisi kedua dengan perolehan suara 19,0 persen.

Posisi puncak dalam simulasi sepuluh nama justru ditempati oleh KDM dengan elektabilitas yang cukup jauh, yakni 29,5 persen. Angka ini menunjukkan preferensi masyarakat yang lebih terstruktur ketika dihadapkan pada pilihan yang lebih spesifik dan terbatas.

Setelah Prabowo, urutan selanjutnya dalam simulasi sepuluh nama diisi oleh Anies Baswedan (12,7 persen), AHY (5,8 persen), Gibran (5,1 persen), Ganjar (4,6 persen), Sherly (3,5 persen), Mahfud (2,8 persen), Purbaya (1,5 persen), dan Erick Thohir (1,2 persen). Perbedaan hasil antara dua metode simulasi ini kerap menjadi bahan analisis tersendiri bagi pengamat politik.

Adapun survei IPO ini dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih melalui metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar