Spanyol Kalahkan Argentina 1-0 di Perpanjangan Waktu, Raih Gelar Piala Dunia 2026

- Minggu, 19 Juli 2026 | 22:25 WIB
Spanyol Kalahkan Argentina 1-0 di Perpanjangan Waktu, Raih Gelar Piala Dunia 2026
PARADAPOS.COM - Spanyol mengukir sejarah baru di pentas sepak bola dunia. Tim Matador berhasil menaklukkan Argentina, juara bertahan, dengan skor tipis 1-0 di babak perpanjangan waktu pada final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu (19/7/2026) malam waktu setempat. Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-105 memastikan La Roja meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya, mengulang sukses edisi 2010, sekaligus melengkapi pencapaian ganda setelah menjuarai Euro 2024.

Duel Sengit di Atas Rumput MetLife

Sejak peluit pertama dibunyikan, tensi pertandingan langsung terasa. Kedua tim saling jual beli serangan dengan tempo tinggi. Argentina, yang mengandalkan pengalaman para pemainnya, beberapa kali mengancam gawang Spanyol. Namun, Unai Simón, kiper Spanyol, tampil dengan refleks-rekleks gemilang. Di sisi lain, Argentina juga memiliki Emiliano Martínez yang tak kalah cemerlang. Kiper Aston Villa itu melakukan serangkaian penyelamatan brilian, menggagalkan peluang emas dari pemain-pemain Spanyol. Skor 0-0 bertahan hingga 90 menit, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Momen Klinis Ferran Torres

Babak perpanjangan waktu baru berjalan 15 menit, tepatnya menit ke-105, ketika momen penentu datang. Berawal dari umpan sundulan cerdas Nico Williams yang mengarah ke kotak penalti, Ferran Torres yang berada di posisi sempurna langsung menyambarnya dengan sepakan akurat. Bola meluncur deras dan tak mampu dijangkau oleh Martínez. Gol itu sontak membungkam puluhan ribu pendukung Argentina yang memadati stadion. Sebaliknya, para pemain dan suporter Spanyol meledak dalam euforia. Torres, yang sebelumnya sempat diragukan performanya, menjelma menjadi pahlawan di momen paling krusial.

Dominasi Spanyol dan Akhir Perjalanan Argentina

Kemenangan ini menjadi puncak dari perjalanan luar biasa Spanyol di bawah asuhan Luis de la Fuente. Sejak menjuarai Euro 2024, tim ini terus menunjukkan konsistensi dan kedewasaan bermain. Mereka berhasil mengulang prestasi generasi emas Spanyol periode 2008-2010 yang juga sukses memenangkan Euro dan Piala Dunia secara beruntun. "Saya sangat bangga dengan perjuangan seluruh pemain. Mereka menunjukkan karakter juara sejati," ujar de la Fuente dalam konferensi pers usai laga. Bagi Argentina, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Ambisi mereka untuk menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia harus pupus. Lionel Messi, yang tampil penuh semangat sepanjang turnamen, gagal menambah koleksi gelar keduanya. Perjalanan Argentina di final ini sekaligus menjadi cerminan evolusi sepak bola modern, di mana taktik dan kolektivitas seringkali mengalahkan ketergantungan pada satu bintang.

Catatan Akhir Sebuah Final

Susunan pemain dan statistik pertandingan mencatat bahwa Spanyol unggul dalam penguasaan bola, namun Argentina lebih banyak menciptakan peluang berbahaya. Namun, pada akhirnya, satu gol dari Ferran Torres sudah cukup untuk membawa pulang trofi paling bergengsi di dunia. Dengan hasil ini, Spanyol resmi menempatkan diri mereka dalam jajaran elit sepak bola dunia, sebagai penerus yang layak dari generasi legendaris mereka sendiri. Piala Dunia 2026 akan selalu dikenang sebagai panggung kebangkitan La Roja.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar