Dua Anggota ISIS Tewas dalam Baku Tembak dengan Pasukan Keamanan Suriah di Sayyida Zaynab

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:50 WIB
Dua Anggota ISIS Tewas dalam Baku Tembak dengan Pasukan Keamanan Suriah di Sayyida Zaynab

PARADAPOS.COM - Dua anggota kelompok militan Islamic State (ISIS) tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan Suriah di wilayah Sayyida Zaynab, selatan Damaskus, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Insiden bermula saat patroli malam mendapati dua pria bertopeng yang tengah memantau jalur menuju barak militer dan fasilitas pemerintah. Kedua pria itu disebut melepaskan tembakan lebih dulu saat hendak diperiksa identitasnya, memicu kontak tembak yang berakhir dengan tewasnya kedua pelaku. Aparat kemudian menemukan alat peledak yang diduga akan dipasang untuk menyerang institusi pemerintah, serta menyita sejumlah bahan peledak dan senjata dari lokasi kejadian. Patroli Malam dan Upaya Pemeriksaan Identitas Peristiwa ini berlangsung di tengah meningkatnya kewaspadaan keamanan di ibu kota Suriah. Komando Pasukan Keamanan Internal Kementerian Dalam Negeri Suriah menjelaskan, patroli rutin yang dilakukan pada malam hari itu melihat dua orang mencurigakan di tepi jalan. Mereka mengenakan topeng dan gerak-geriknya dinilai tengah mengamati situasi sekitar jalur yang mengarah ke barak militer serta gedung-gedung pemerintahan. Petugas yang berjaga berupaya mendekati dan menghentikan kedua orang tersebut untuk pemeriksaan identitas. Namun, alih-alih mematuhi perintah, kedua pria itu justru bereaksi cepat dengan mengeluarkan senjata dan melepaskan tembakan ke arah petugas. Situasi yang awalnya merupakan pemeriksaan rutin itu pun berubah menjadi baku tembak sengit di lokasi. Baku Tembak dan Penetralan Pelaku Kontak tembak tersebut berlangsung tidak lama namun berakhir dengan tewasnya kedua terduga pelaku. "Bentrokan berakhir dengan penetralan kedua pelaku," demikian pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Suriah yang dikutip pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Istilah "penetralan" dalam pernyataan resmi tersebut merujuk pada tindakan menembak mati kedua pelaku untuk menghentikan ancaman langsung terhadap petugas keamanan. Setelah situasi dinyatakan aman, aparat melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasilnya, ditemukan bahwa kedua pria tersebut tengah bersiap memasang alat peledak. Diduga kuat bom tersebut akan digunakan untuk menyerang sebuah institusi pemerintah yang berada tidak jauh dari lokasi penangkapan. Selain alat peledak, petugas juga menyita sejumlah bahan peledak lainnya dan senjata api dari lokasi kejadian. Identifikasi Pelaku dan Keterkaitan dengan ISIS Hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh otoritas Suriah memberikan gambaran lebih jelas mengenai identitas kedua pelaku. Berdasarkan temuan di lapangan dan pemeriksaan awal, dipastikan bahwa kedua pria yang tewas tersebut merupakan anggota dari kelompok Islamic State (ISIS). Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengetahui jaringan serta kemungkinan adanya perencanaan serangan lain di wilayah Damaskus. Peristiwa ini menjadi pengingat akan masih aktifnya sel-sel ISIS di kawasan tersebut. Meskipun kelompok ini telah kehilangan kekuasaan teritorialnya, kemampuan mereka untuk melancarkan serangan gerilya dan menyusup ke wilayah perkotaan masih menjadi ancaman nyata bagi keamanan. Konteks Keamanan dan Keanggotaan Suriah dalam Koalisi Internasional Insiden di Sayyida Zaynab ini terjadi di tengah situasi keamanan yang kompleks di Suriah. Sejak November 2025, Suriah secara resmi bergabung dengan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat yang dibentuk pada 2014. Koalisi tersebut selama ini dikenal gencar melakukan berbagai operasi militer untuk memerangi ISIS di dua front utama, yakni Suriah dan Irak. Langkah Suriah bergabung dengan koalisi ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan pemerintah Damaskus terhadap pemberantasan terorisme. Keanggotaan ini juga membuka ruang bagi peningkatan kerja sama intelijen dan koordinasi operasi militer dengan negara-negara lain yang tergabung dalam koalisi. Kejadian baku tembak di Sayyida Zaynab ini menjadi salah satu ujian nyata bagi efektivitas kerja sama tersebut dalam menghadapi ancaman yang masih tersisa.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar