PARADAPOS.COM - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa resmi membuka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu, 8 Agustus 2026. Pembukaan acara tahunan ini turut dihadiri oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Festival yang masuk dalam daftar Top Kharisma Even Nusantara untuk tahun kedua tersebut menargetkan kehadiran 400 wisatawan mancanegara serta wisatawan domestik.
Pembukaan festival berlangsung di tengah hiruk-pikuk khas tanah Papua. Ribuan warga dan pendatang tampak memadati area upacara, menyaksikan langsung gelaran budaya yang telah dinantikan sepanjang tahun. Suasana meriah langsung terasa sejak pagi hari, diiringi alunan musik pikon yang khas dan gemuruh tabuhan tifa dari berbagai penjuru.
Gelaran Budaya dan Harapan dari Sanggar Seni
Sepanjang festival berlangsung, pengunjung akan disuguhkan beragam atraksi etnik yang memukau. Mulai dari tarian adat yang sakral, permainan musik pikon yang menghentak, hingga karapan babi yang selalu menjadi daya tarik tersendiri. Tidak ketinggalan, permainan rakyat tradisional seperti sikoko dan puradan juga akan memeriahkan perhelatan ini.
Di sela-sela acara pembukaan, Ni Luh Puspa membacakan sebuah surat cinta yang ditulis oleh para pegiat sanggar tari setempat. Surat tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan representasi dari kerinduan panjang akan perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah pusat. Isinya menyiratkan harapan agar ekosistem seni dan budaya di Jayawijaya tidak berjalan sendiri, melainkan mendapat sokongan yang berkelanjutan.
Janji Dukungan untuk Pelaku Seni dan UMKM
Menanggapi surat tersebut, Wamenpar Ni Luh Puspa bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono langsung memberikan respons positif. Keduanya berkomitmen untuk memberikan bantuan konkret kepada sanggar seni dan pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kreatif lokal.
"Kami bantu sanggar-sanggar yang ada di Jayawijaya. Kami bantu agar bisa terus bantu pertahankan tradisi budaya dan kesenian yang kita miliki," ujar Ni Luh Puspa dalam program Metro Siang Metro TV, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para seniman yang hadir. Bagi mereka, janji ini adalah angin segar di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang kerap menjadi kendala dalam pengembangan kesenian tradisional. Lebih dari sekadar seremoni, dukungan ini diharapkan mampu memperpanjang umur warisan leluhur agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Ni Luh Puspa juga menegaskan harapannya agar festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, ia optimistis roda perekonomian akan berputar lebih kencang, terutama bagi para pelaku UMKM yang menjajakan produk-produk khas Papua.
Dari sisi penyelenggaraan, festival tahun ini terasa lebih siap. Panitia telah menyiapkan berbagai skema pengamanan dan pengaturan arus pengunjung, mengingat animo masyarakat yang sangat besar. Meski demikian, semangat kebersamaan dan kegembiraan tetap menjadi nuansa dominan yang mewarnai perhelatan akbar ini.
Artikel Terkait
Rampai Nusantara Ajak Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Isu yang Berpotensi Pecah Belah Persatuan
Huawei Mate XT Jadi Smartphone Termahal di Dunia, Tembus Rp53 Juta
Korea Selatan Batasi Ujian Praktik Mengemudi Imbas Gelombang Panas Ekstrem yang Tingkatkan Risiko Kesehatan
Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Kalahkan Persib Lewat Adu Penalti