PARADAPOS.COM - Sebanyak 392 jemaah haji asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang tergabung dalam Kloter 32 Debarkasi Makassar, tiba kembali di Tanah Air pada Kamis, 25 Juni 2026, setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. Jumlah kepulangan ini berkurang satu orang dari total manifes keberangkatan yang berjumlah 393 jemaah dan petugas. Satu orang jemaah atas nama Wa Ode Aminah (85) dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci.
Seorang Jemaah Wafat Sebelum Kepulangan
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, mengonfirmasi kabar duka tersebut di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
“Seorang jemaah atas nama Wa Ode Aminah (85), asal Sulawesi Tenggara, wafat di Tanah Suci,” katanya.
Ikbal menjelaskan bahwa jemaah lanjut usia itu meninggal dunia pada 23 Juni 2026, hanya beberapa jam sebelum jadwal penerbangan kloter menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah.
“Jemaah ini meninggal delapan jam sebelum kloter ini diberangkatkan ke Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah,” ungkapnya.
Suasana haru sempat menyelimuti proses pemulangan, namun prosesi penerimaan jemaah tetap berlangsung khidmat. Para petugas di lapangan berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada para jemaah yang baru tiba.
Pesan untuk Jemaah Sepulang dari Tanah Suci
Dalam kesempatan yang sama, Ikbal Ismail menyampaikan pesan kepada para jemaah agar senantiasa menjaga kemabruran haji. Ia menekankan bahwa nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama di Tanah Suci perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sepulang haji, semangat beribadah dan kepedulian kepada sesama perlu terus dijaga. Itulah salah satu tanda kemabruran haji,” tuturnya.
Ia menambahkan, peningkatan kepedulian sosial dan semangat berbagi menjadi indikator penting setelah kembali ke tengah masyarakat. Kebiasaan membantu sesama dan menebarkan kebaikan di lingkungan masing-masing hendaknya tetap dipertahankan.
Imbauan Kesehatan bagi Jemaah
Selain aspek spiritual, Ikbal juga mengingatkan para jemaah untuk memperhatikan kondisi kesehatan pascaperjalanan panjang dari Arab Saudi. Perubahan cuaca dan kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh menjadi perhatian serius.
Para jemaah diminta memperbanyak istirahat dan membatasi aktivitas yang tidak mendesak setelah tiba di daerah asal. Hal ini penting untuk memulihkan stamina dan mencegah gangguan kesehatan pascaibadah.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Perempuan Ditagih Janji Cincin dan Tas, Dibunuh Pacar Gelap Lalu Dibuang di Semak-Semak
Lalu Lintas Pelayaran di Selat Hormuz Berangsur Pulih Pasca-Kesepakatan AS-Iran
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berdampak ke Indonesia
TasteAtlas Rilis Daftar Minuman Terpopuler Indonesia, Soda Gembira Puncaki Peringkat