PARADAPOS.COM - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Lampung menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan hadir di tengah masyarakat. Penegasan ini disampaikan Kepala Kanwil Kemenkum Lampung, Taufiqurrahman, di sela-sela acara jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Pengayoman ke-81 di Bandarlampung, Minggu. Momen ini dijadikan refleksi atas kinerja pelayanan hukum yang telah berjalan, sekaligus pijakan untuk melangkah lebih dekat dengan kebutuhan publik.
Refleksi dan Komitmen di Hari Pengayoman ke-81
Taufiqurrahman mengawali sambutannya dengan menekankan esensi peringatan tahun ini. Menurutnya, Hari Pengayoman bukan sekadar seremonial belaka.
"Pada peringatan Hari Pengayoman ke-81 ini merupakan momentum bagi kita untuk merefleksikan kembali kinerja dan pelayanan Kementerian Hukum kepada masyarakat," ujarnya di hadapan para peserta jalan sehat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa momen ini menjadi pengingat bagi seluruh insan pengayoman untuk tidak berpuas diri. Kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan, kebersamaan dibangun, dan langkah digerakkan bersama-sama. Suasana pagi itu tampak semarak, diiringi semangat kebersamaan antara jajaran pegawai dan warga yang hadir.
"Kita tidak hanya berjalan untuk menjaga kesehatan, tetapi juga melangkah bersama untuk membangun pelayanan hukum yang semakin dekat, mudah, dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya menambahkan.
Layanan Publik Hadir di Tengah Keramaian
Acara jalan sehat ini tidak hanya berhenti pada kegiatan olahraga. Kemenkum Lampung sengaja menghadirkan sejumlah layanan publik secara langsung di lokasi, menjadikannya sebagai wadah interaksi dan solusi bagi masyarakat. Pelaku UMKM dan warga luas tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini.
"Seperti layanan administrasi hukum umum (AHU) dan layanan kekayaan intelektual. Pelayanan AHU dinilai memiliki peran penting dalam memberikan kepastian hukum, khususnya bagi masyarakat serta pelaku usaha yang membutuhkan legalitas administrasi," jelasnya.
Di sisi lain, Taufiqurrahman memberikan perhatian khusus pada layanan kekayaan intelektual. Ia mengimbau para pelaku UMKM untuk tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga memberikan perlindungan hukum terhadap merek, karya, dan kreativitas yang mereka miliki. Ini dinilai krusial di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Lebih dari Sekadar Administrasi
Kehadiran Kemenkum Lampung di ruang publik ini terbilang lengkap. Tidak hanya layanan AHU dan kekayaan intelektual, tersedia pula layanan konsultasi hukum, layanan Hak Asasi Manusia (HAM), hingga layanan keimigrasian. Suasana di setiap stan pelayanan terlihat interaktif, dengan petugas yang sigap menjawab pertanyaan warga.
Selain itu, digelar juga bazar UMKM dan pameran produk-produk hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP). Pameran karya WBP ini menjadi bukti nyata bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan menjadi lebih baik. Hal ini memberikan nuansa humanis pada peringatan kali ini.
Di akhir kegiatannya, Kakanwil mengajak seluruh jajarannya serta masyarakat untuk menjadikan Hari Pengayoman ke-81 sebagai momentum untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan.
"Mari kita melangkah menuju pelayanan hukum yang semakin dekat, akses yang semakin mudah, dan masyarakat yang semakin sadar serta terlindungi secara hukum," tutur Taufiqurrahman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Wajibkan Seluruh RW Miliki APAR untuk Antisipasi Kebakaran
Ribuan Warga Padati Jalan Kota Bogor Saksikan Kirab Bendera Merah Putih Raksasa 100 Meter
AI Berhasil Rancang Genom Virus Baru, Ilmuwan Ingatkan Risiko Biosecurity
Kejaksaan Ekuador Dakwa Tujuh Orang sebagai Dalang Pembunuhan Calon Presiden Villavicencio