Kebakaran Savana Bromo Meluas ke 520 Hektare, Seluruh Akses Wisata Ditutup

- Senin, 10 Agustus 2026 | 02:50 WIB
Kebakaran Savana Bromo Meluas ke 520 Hektare, Seluruh Akses Wisata Ditutup
PARADAPOS.COM - Kebakaran savana di kawasan Gunung Bromo kembali meluas dan kini mencapai lebih dari separuh luas area yang sebelumnya terbakar. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mencatat lahan yang hangus bertambah dari sekitar 176 hektare menjadi 520 hektare, didorong oleh embusan angin kencang yang menjalar cepat dari tebing menuju lembah. Kondisi ini memaksa pengelola menutup total seluruh akses wisata sejak Sabtu malam, 8 Agustus 2026, sementara Pemprov Jawa Timur menerjunkan bantuan darurat berupa dua unit truk pemadam dan satu helikopter water bombing. Peristiwa ini bukan sekadar soal angka. Di lapangan, api bergerak liar melewati jalur lingkar Kaldera Tengger, lalu menjilat vegetasi kering yang sudah lama tidak tersentuh hujan. Savana yang biasanya menjadi pemandangan ikonik kini berubah menjadi hamparan hangus yang mengeluarkan asap pekat.

Angin Kencang Mempercepat Perambatan Api

Faktor utama yang membuat situasi makin rumit adalah kecepatan angin. Tim gabungan di lokasi kesulitan memprediksi arah perambatan api karena hembusan angin yang tidak menentu. Dari atas tebing, api dengan cepat turun ke kawasan bawah, melewati area yang ditumbuhi alang-alang kering dan semak belukar. Kondisi topografi yang curam juga menjadi tantangan tersendiri. Petugas tidak bisa leluasa bergerak di medan yang terjal, sementara titik api terus bermunculan di beberapa sisi. Vegetasi yang kering akibat musim kemarau membuat api semakin mudah menyebar, bahkan sempat menyeberangi jalur lingkar Kaldera Tengger sebelum akhirnya membakar kawasan savana secara lebih luas.

Penutupan Total Akses Wisata

Keputusan untuk menutup seluruh pintu masuk wisata Gunung Bromo diambil pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Penutupan ini bukan tanpa alasan. Selain untuk melindungi pengunjung dari bahaya asap dan api, langkah ini juga dimaksudkan agar tim gabungan bisa bergerak lebih leluasa tanpa hambatan lalu lintas wisatawan. "Penutupan diberlakukan demi keselamatan pengunjung sekaligus memudahkan gerak dari tim gabungan dalam melakukan pemadaman," ujar salah satu petugas di lapangan. Kebijakan ini otomatis menghentikan aktivitas wisata yang biasanya ramai di kawasan tersebut. Para pelaku usaha wisata lokal pun ikut terdampak, meski langkah ini dinilai sebagai keputusan yang paling masuk akal dalam situasi darurat seperti sekarang.

Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Pemprov Jawa Timur tidak tinggal diam. Dua unit truk pemadam kebakaran telah dikirim ke lokasi untuk memperkuat upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, BPBD, TNI, Polri, serta relawan. Selain itu, satu helikopter water bombing juga diterjunkan untuk menjangkau area yang sulit diakses dari darat. Helikopter tersebut diharapkan mampu menjatuhkan air secara berulang ke titik-titik api yang berada di lereng curam. Meski begitu, upaya pemadaman dari udara tetap bergantung pada kondisi cuaca. Jika angin terlalu kencang, penerbangan bisa saja dihentikan sementara demi keselamatan awak. Hingga berita ini ditulis, api masih belum sepenuhnya padam. Tim di lapangan terus berupaya membatasi perluasan area terdampak, sementara warga sekitar diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kabut asap yang bisa mengganggu pernapasan.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar