MUI Desak Pemerintah Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Global

- Minggu, 08 Maret 2026 | 10:25 WIB
MUI Desak Pemerintah Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Global

PARADAPOS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah untuk memperkuat peran diplomasi internasional guna meredam ketegangan geopolitik global yang kian meningkat. Seruan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, yang menekankan pentingnya langkah strategis Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian berkeadilan, sembari menyatakan keprihatinan mendalam atas korban sipil dan kerusakan infrastruktur publik di berbagai zona konflik.

Desakan untuk Diplomasi Aktif dan Keprihatinan atas Korban

Dalam situasi dunia yang dipenuhi gejolak, MUI melihat posisi Indonesia di panggung global bukan sekadar peluang, melainkan sebuah tanggung jawab moral. Lembaga yang menghimpun ulama dari berbagai latar belakang ini percaya bahwa diplomasi yang aktif dan konstruktif dari Jakarta dapat menjadi penyeimbang yang signifikan.

KH Anwar Iskandar secara khusus menyoroti dampak humaniter yang sering kali terlupakan di balik dinamika politik. Suaranya terdengar lantang menyuarakan nasib mereka yang paling rentan.

"MUI menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban masyarakat sipil serta kerusakan fasilitas publik sebagai dampak meningkatnya eskalasi konflik," ungkapnya.

Prinsip Kedaulatan dan Larangan Melampaui Batas

Lebih dari sekadar seruan untuk berdamai, MUI menegaskan prinsip fundamental yang harus dijunjung tinggi oleh semua negara: penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah. Prinsip ini, dalam pandangan mereka, adalah batu penjuru bagi stabilitas dunia.

"MUI menghargai dan mendukung komitmen seluruh negara di dunia untuk senantiasa menjunjung tinggi prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara lain sebagai fondasi penting bagi terwujudnya stabilitas dan perdamaian dunia," tegas Anwar Iskandar.

Namun, prinsip membela diri yang melekat pada setiap bangsa juga mendapat catatan penting. MUI mengingatkan bahwa hak tersebut memiliki batasan etika dan kemanusiaan yang tidak boleh dilanggar, dengan merujuk langsung pada ajaran Islam.

"MUI mengingatkan bahwa hak membela diri tidak boleh melampaui batas-batas kemanusiaan dan moralitas. Dalam ajaran Islam, tindakan melampaui batas (al-i'tidā') dilarang keras," lanjutnya.

Panggilan untuk PBB dan Solidaritas Umat

Di tingkat kelembagaan internasional, MUI menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perlu menunjukkan sikap yang lebih tegas dan proporsional. Tindakan tegas terhadap pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional dinilai penting untuk mencegah impunitas dan mengembalikan wibawa multilateralisme.

Secara internal, pesan MUI juga mengalir ke dalam. Umat Islam di Indonesia diajak untuk memperkuat solidaritas dengan sesama negara Muslim, membangun kesatuan visi dalam menjaga perdamaian. Di saat yang sama, kewaspadaan terhadap segala bentuk provokasi dan upaya pemecah belah antarnegara juga harus ditingkatkan. Seruan ini mencerminkan pendekatan yang holistik, menyentuh aspek diplomasi tinggi hingga kesadaran masyarakat akar rumput.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar