Pemkab Sigi Tunggu Hasil Kajian Untad soal Semburan Air Bergas di Palolo

- Senin, 10 Agustus 2026 | 11:50 WIB
Pemkab Sigi Tunggu Hasil Kajian Untad soal Semburan Air Bergas di Palolo

PARADAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, melalui Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, menyatakan tim ahli dari Universitas Tadulako (Untad) telah mulai melakukan pemetaan di lokasi semburan air mengandung gas yang mudah terbakar di Kecamatan Palolo. Proses penelitian yang berlangsung di Desa Sarumana dan Desa Petimbe ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah sebelum menentukan langkah penanganan selanjutnya. Hingga saat ini, status bahaya dari fenomena tersebut belum dapat dipastikan dan menunggu hasil kajian laboratorium. Pernyataan tersebut disampaikan Samuel Yansen Pongi pada Senin, 10 Agustus 2026, menyikapi perkembangan penanganan semburan air bergas yang sempat menghebohkan warga setempat. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa terburu-buru mengambil keputusan tanpa adanya data ilmiah yang kuat dari para akademisi. Proses Penelitian dan Kajian Laboratorium "Tentunya proses penelitian semburan air bergas di Desa Sarumana dan Desa Petimbe ini membutuhkan waktu sehingga pemerintah daerah belum bisa mengambil keputusan sebelum adanya hasil penelitian itu," kata Samuel Yansen Pongi. Wakil Bupati itu berharap tim ahli dapat bekerja secara cepat dan tepat dalam melakukan penelitian di lapangan. "Jadi kami masih tunggu dulu hasil kajian, baru nanti tentu ada tindakan-tindakan selanjutnya," ucapnya. Terkait potensi bahaya, Samuel mengaku belum bisa menilai apakah semburan air bergas tersebut membahayakan masyarakat atau tidak. "Pemerintah daerah juga tidak bisa memastikan, karena tim dari akademisi itu perlu mengkaji dan membawa contoh air ke laboratorium," sebutnya. Komitmen Pemerintah dan Imbauan untuk Warga Menariknya, Samuel menegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan intervensi kepada tim ahli untuk mempercepat proses pengkajian. Menurutnya, kualitas hasil penelitian jauh lebih penting daripada kecepatan waktu. "Salah satu bentuk kesyukuran pemerintah daerah dengan dibantunya dalam penelitian air mengandung gas di Kabupaten Sigi, karena memang harus benar-benar dikaji," ungkap dia. Ia menjelaskan bahwa ketepatan dan akurasi kajian menjadi prioritas utama untuk bisa menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai fenomena alam tersebut. "Apapun hasilnya nanti mereka akan menyampaikan kepada Pemkab Sigi hasil penelitian tersebut," ujarnya. Di tengah proses penelitian yang masih berjalan, Samuel mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati lokasi yang telah dipasangi garis polisi. Ia menekankan pentingnya keselamatan warga. "Kepada masyarakat kami minta tidak mendekat ke lokasi demi keamanan bersama," ucap Samuel. Fenomena semburan air bercampur gas ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sifatnya yang mudah terbakar dan berpotensi menimbulkan risiko bagi lingkungan sekitar. Warga diharapkan tetap tenang dan mempercayakan proses penanganan kepada pihak berwenang serta akademisi yang berkompeten di bidangnya.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar