Harga Emas Diproyeksikan Lanjut Menguat, Target Tembus USD4.592

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:25 WIB
Harga Emas Diproyeksikan Lanjut Menguat, Target Tembus USD4.592

PARADAPOS.COM - Harga emas dunia (XAUUSD) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyampaikan bahwa momentum bullish masih mendominasi pergerakan logam mulia tersebut, didukung oleh indikator teknikal yang solid serta sentimen fundamental global yang kondusif. Target kenaikan berikutnya diprediksi mengarah ke area resistance USD4.484 hingga USD4.592, selama tidak ada perubahan signifikan pada struktur pasar.

Menjelang tengah hari, pergerakan emas di pasar spot masih menunjukkan grafik yang stabil dengan kecenderungan menguat. Geraldo menuturkan, struktur pergerakan harga saat ini mengindikasikan bahwa pembeli (buyer) masih memegang kendali penuh atas pasar. Tekanan beli yang dominan ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa sesi ke depan, meskipun fluktuasi kecil di tengah jalan tetap mungkin terjadi.

Konfirmasi Teknikal yang Masih Mendukung

Dari sisi analisis teknikal pada time frame harian, indikator Stochastic terpantau masih bergerak naik dan belum menunjukkan tanda-tanda kehilangan momentum. Hal ini menjadi sinyal bahwa kekuatan buyer masih cukup besar untuk mempertahankan tren bullish dalam jangka pendek hingga menengah. Selama Stochastic belum memasuki fase pelemahan atau membentuk sinyal pembalikan arah, peluang kenaikan harga dinilai masih terbuka lebar.

"Setiap koreksi yang mungkin terjadi diperkirakan masih bersifat terbatas dan lebih merupakan bagian dari dinamika pasar dibandingkan sinyal perubahan tren utama," ujar Geraldo dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Lebih lanjut, struktur harga yang terus membentuk level tertinggi baru dalam beberapa hari terakhir menunjukkan minat beli yang sangat kuat. Kondisi ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek emas yang masih terjaga di tengah ketidakpastian pasar global. Meski demikian, Geraldo mengingatkan para trader untuk tetap waspada dan menerapkan manajemen risiko yang ketat, mengingat pergerakan harga dalam tren naik seringkali disertai volatilitas yang lebih tinggi, terutama saat mendekati area resistance.

Sentimen Fundamental dan Permintaan Safe Haven

Dari sisi fundamental, penguatan harga emas masih mendapat dukungan kuat dari permintaan aset safe haven. Ketidakpastian geopolitik yang kembali memanas di kawasan Selat Hormuz menjadi perhatian utama para investor global. Jalur pelayaran strategis tersebut memiliki peran vital dalam distribusi energi dunia, sehingga potensi gangguan di kawasan itu dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global secara luas.

"Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengalihkan sebagian portofolionya ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas. Meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven menjadi salah satu faktor yang menopang kenaikan harga logam mulia dalam beberapa waktu terakhir," jelas Geraldo.

Selain itu, harga emas yang telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir turut memicu fenomena fear of missing out (FOMO) di kalangan investor. Kekhawatiran akan kehilangan peluang dari tren kenaikan ini membuat sebagian pelaku pasar berbondong-bondong masuk untuk mengamankan posisi. Dupoin Futures juga menyoroti permintaan emas dari Tiongkok yang merupakan salah satu pasar emas utama dunia. Perkembangan permintaan di negara tersebut dinilai dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap dinamika pasar emas global.

Fokus Pasar pada Data Inflasi AS

Ke depannya, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis pekan ini. Data inflasi tersebut menjadi indikator penting yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Apabila inflasi menunjukkan perlambatan, peluang penurunan suku bunga dapat meningkat, yang pada akhirnya berpotensi memberikan sentimen positif bagi harga emas.

Sebaliknya, jika inflasi tetap tinggi atau meningkat di atas perkiraan pasar, ekspektasi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dapat kembali menguat. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS dan membatasi laju kenaikan emas dalam jangka pendek. Meski demikian, selama sentimen safe haven masih mendominasi dan tekanan beli tetap kuat, ruang penguatan dinilai masih terbuka.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berada dalam fase bullish dengan target menuju area resistance USD4.484 hingga USD4.592. "Selama tidak muncul sentimen negatif yang mampu mengubah struktur pasar secara signifikan, emas masih memiliki peluang untuk mempertahankan momentum kenaikannya dalam beberapa sesi perdagangan mendatang," pungkas Geraldo.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar