Siswi SD di Sragen Ditemukan Tewas di Rumah, Polisi Duga Korban Kekerasan

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:25 WIB
Siswi SD di Sragen Ditemukan Tewas di Rumah, Polisi Duga Korban Kekerasan

PARADAPOS.COM - Seorang siswi sekolah dasar (SD) berinisial B (11) ditemukan tewas di rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Jumat (5/6/2026) sore. Bocah kelas 5 SD itu masih mengenakan seragam pramuka saat ditemukan oleh ibunya yang baru pulang bekerja. Polisi menduga kuat kematian korban akibat tindak kekerasan dan saat ini tengah memburu pelaku.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh ibu korban, Dewi, yang baru tiba di rumah setelah bekerja di pabrik rokok. Sesampainya di dalam rumah, ia mendapati anak tunggalnya tergeletak dalam kondisi mengenaskan. Suara histeris sang ibu sontak menarik perhatian tetangga sekitar.

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, warga berdatangan setelah mendengar teriakan histeris dari dalam rumah korban.

"Ibunya pulang kerja sekitar jam 4 sore, lalu histeris setelah melihat kondisi anaknya. Mendengar itu, warga sekitar datang dan kemudian melaporkan kejadian kepada perangkat desa," ujar Aris Sudaryanto, Sabtu (6/6/2026).

Setelah menerima laporan, perangkat desa bersama warga segera mendatangi lokasi. Saat masuk ke dalam rumah, korban sudah tidak bernyawa. Aris mengaku melihat adanya sejumlah luka pada tubuh korban, namun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Korban Sendirian di Rumah

Menurut keterangan Aris, saat kejadian korban berada seorang diri di rumah. Kedua orang tuanya telah berangkat bekerja sejak pagi hari. Lingkungan sekitar rumah juga relatif sepi pada siang hari karena sebagian besar warga sedang beraktivitas di luar.

"Kami langsung meminta warga keluar rumah dan tidak mendokumentasikan kondisi di dalam karena situasinya sangat sensitif," katanya menambahkan.

Bocah perempuan ini diketahui baru sekitar tiga bulan tinggal di lingkungan tersebut bersama orang tuanya. Warga sekitar menggambarkan korban sebagai anak yang pendiam dan jarang bergaul.

Polisi Olah TKP dan Periksa Saksi

Mendapat laporan, petugas dari Polsek Jenar bersama tim identifikasi Polres Sragen langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas memasang garis polisi dan memeriksa sejumlah barang bukti di sekitar rumah korban. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap kronologi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, membenarkan adanya dugaan tindak kekerasan dalam kasus kematian bocah tersebut.

"Yang jelas, kami menemukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Namun untuk motif dan detail kejadian masih dalam proses pendalaman," ungkap AKP Catur Agus Yudo Praseno.

Selain mendalami dugaan kekerasan terhadap korban, penyidik juga menyelidiki informasi hilangnya satu unit sepeda motor milik keluarga yang sebelumnya berada di rumah tersebut. Polisi belum dapat memastikan apakah hilangnya kendaraan tersebut berkaitan langsung dengan kematian korban. Seluruh kemungkinan masih didalami dalam proses penyelidikan.

Hingga Jumat malam, polisi masih memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tragis yang menggemparkan warga Desa Dawung tersebut. Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah korban. Keluarga dan warga sekitar tampak syok atas kepergian bocah yang dikenal pendiam dan baru beberapa bulan tinggal di lingkungan tersebut bersama orang tuanya.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar