Air Laut Naik ke Pemukiman Pesisir Buton Usai Gempa NTT, Warga Berhamburan Mengungsi

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:51 WIB
Air Laut Naik ke Pemukiman Pesisir Buton Usai Gempa NTT, Warga Berhamburan Mengungsi

PARADAPOS.COM - Air laut sempat naik ke kawasan pesisir Pulau Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Sabtu (15/8/2026) pagi, menyusul gempa kuat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan memicu peringatan dini tsunami. Fenomena pasang yang tidak biasa ini terjadi di sejumlah titik, seperti Pantai Matawaue dan Desa Kakenauwe, dan sempat menimbulkan kepanikan di tengah warga yang langsung berhamburan menjauh dari garis pantai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini dengan potensi ketinggian gelombang mencapai 0,5 meter di perairan Sultra.

Warga Berhamburan Menjauhi Pantai

Kejadian ini terekam dalam video amatir yang beredar luas. Terlihat genangan air laut dengan cepat memasuki pemukiman di Kampung Bajau, Desa Matawaue, Kecamatan Siotapina. Suasana mencekam tergambar jelas; beberapa warga terlihat berlari sambil membawa barang bawaan seadanya, sementara yang lain hanya bisa berteriak mengingatkan tetangganya untuk segera mengungsi.

Kekhawatiran akan datangnya gelombang besar memang menjadi bayangan menakutkan bagi mereka yang tinggal di tepi laut. “Kami langsung lari ke atas bukit, takut ada tsunami susulan,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan situasi saat itu. Hal serupa juga terjadi di pesisir Desa Kakenauwe, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Sejumlah warga sempat mengabadikan momen naiknya air laut tersebut sebelum akhirnya ikut mencari tempat yang lebih tinggi.

Pemicu dan Peringatan Dini BMKG

Kepanikan yang melanda warga pesisir Buton bukan tanpa sebab. Gempa bumi berkekuatan besar yang berpusat di wilayah NTT pada Sabtu pagi menjadi pemicu utamanya. Guncangan yang terasa hingga ke sejumlah wilayah di Indonesia Timur ini lantas membuat BMKG langsung menerbitkan peringatan dini tsunami untuk beberapa daerah, termasuk Sulawesi Tenggara.

Dalam rilis resminya, BMKG menyampaikan bahwa potensi ketinggian gelombang di perairan Sultra diperkirakan mencapai 0,5 meter. Meski tergolong rendah, imbauan untuk tetap waspada dan menjauhi pantai tetap disuarakan. Peringatan ini pun menjadi perhatian serius bagi warga yang rumahnya berada tak jauh dari bibir pantai.

Imbauan untuk Masyarakat Pesisir

Menyikapi situasi ini, BMKG dan pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tidak lengah. Warga yang berada di kawasan pesisir diminta untuk terus mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang. Instruksi evakuasi yang dikeluarkan harus dipatuhi, dan masyarakat diingatkan untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan akibat kejadian ini. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat nyata akan kekuatan alam dan pentingnya kesiapsiagaan bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar