Bulog Salurkan Bantuan Pangan 10 Ton Beras dan 1.000 Liter Minyak Goreng untuk Warga Terdampak Gempa NTT

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 04:25 WIB
Bulog Salurkan Bantuan Pangan 10 Ton Beras dan 1.000 Liter Minyak Goreng untuk Warga Terdampak Gempa NTT

PARADAPOS.COM - Perum Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan darurat untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tahap awal berupa 10 ton beras dan 1.000 liter minyak goreng untuk setiap kabupaten terdampak, dengan distribusi pertama yang sudah mencapai Manggarai dan Nagekeo. Langkah ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah untuk memastikan akses pangan warga di tengah kondisi darurat pascabencana. Jakarta, PARADAPOS.COM - Di tengah upaya pemulihan pascagempa yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, Perum Bulog memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi para penyintas. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa bantuan yang disiapkan tidak hanya berupa beras, tetapi juga minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan pokok harian masyarakat. "Sebagai bagian dari respons cepat tersebut, setiap kabupaten yang terdampak gempa akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 ton dan minyak goreng sebanyak 1.000 liter," kata Rizal dalam keterangannya, Minggu, 16 Agustus 2026. Titik Distribusi dan Koordinasi Lapangan Penyaluran bantuan ini difokuskan melalui Gudang Bulog Danga, sebuah fasilitas penyimpanan cadangan pangan strategis yang berlokasi di Kabupaten Nagekeo, NTT. Pemilihan gudang ini bukan tanpa alasan; posisinya dinilai cukup sentral untuk menjangkau beberapa daerah terdampak sekaligus, meski aksesibilitas di lapangan tetap menjadi pertimbangan utama. Rizal menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk merespons dampak gempa. Namun, ia menekankan bahwa pendistribusian tidak dilakukan serentak, melainkan bertahap. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis serta kebutuhan mendesak di masing-masing wilayah yang tingkat kerusakannya berbeda-beda. Pada tahap awal, Bulog telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 1 ton ke Kabupaten Manggarai dan 500 kilogram ke Kabupaten Nagekeo. Langkah awal ini difokuskan untuk memastikan warga di titik-titik yang paling terdampak segera mendapatkan dukungan pangan sebelum pasokan utama tiba. Komitmen Keberlanjutan Bantuan Rizal menegaskan bahwa Bulog tidak akan berhenti pada tahap awal ini. Pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung pemerintah dalam penanganan bencana, dengan memastikan pasokan beras dan minyak goreng terus mengalir secara bertahap. "Yang terpenting, masyarakat yang terdampak dapat segera merasakan kehadiran pemerintah dan mendapatkan akses terhadap kebutuhan pangan," ujarnya. Untuk mempercepat proses penyaluran, Bulog terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Distribusi bantuan selanjutnya akan diprioritaskan ke wilayah terdampak lainnya yang belum terjangkau, dengan mempertimbangkan aksesibilitas jalan, kondisi warga, serta dinamika situasi pascabencana yang bisa berubah sewaktu-waktu. Kesiapan stok di gudang-gudang Bulog di wilayah NTT juga menjadi perhatian serius. Jaringan distribusi yang ada terus dipastikan berfungsi optimal agar bantuan tidak tersendat di perjalanan. Koordinasi yang erat dengan pemda diharapkan mampu menjembatani kebutuhan riil di lapangan dengan pasokan yang tersedia. Secara keseluruhan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari skema besar pemerintah bersama Bulog dalam memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana. Selain memantau perkembangan situasi, pemerintah dan Bulog juga akan mengambil langkah-langkah lanjutan yang diperlukan untuk mendukung proses pemulihan, memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam masa sulit ini.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar