DPR Desak Jaminan Kebutuhan Pokok dan Rumah Sakit Lapangan bagi 4.000 Pengungsi Gempa NTT

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:25 WIB
DPR Desak Jaminan Kebutuhan Pokok dan Rumah Sakit Lapangan bagi 4.000 Pengungsi Gempa NTT

PARADAPOS.COM - Anggota Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana (Galapana) DPR RI, Saan Mustopa, mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok bagi ribuan pengungsi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama masa tanggap darurat. Desakan ini mengemuka dalam rapat koordinasi penanganan bencana di Manggarai Barat, Minggu, 16 Agustus 2026, yang turut menyoroti kapasitas fasilitas kesehatan yang kewalahan serta kebutuhan mendesak akan rumah sakit lapangan. Dalam rapat tersebut, Saan menekankan bahwa kesigapan seluruh komponen penanggulangan bencana menjadi kunci utama di tengah situasi genting, seraya meminta adanya target waktu yang jelas agar para pengungsi dapat segera kembali ke rumah masing-masing.

Rapat koordinasi itu berlangsung di tengah upaya pemulihan yang masih berjalan pasca-gempa. Suasana di lokasi pengungsian masih diwarnai kesibukan petugas, sementara warga yang kehilangan tempat tinggal berusaha bertahan di tenda-tenda darurat. Di tengah kondisi itulah, Saan menggarisbawahi bahwa respons cepat dan kesiapan logistik tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Kesiapan dan Respons Cepat Menjadi Penentu

Menurut Saan, tingkat kesiapan dan kecepatan bertindak dari semua pihak yang terlibat dalam operasi penanggulangan bencana sangat menentukan keberhasilan penanganan di lapangan. Ia menilai situasi darurat menuntut koordinasi yang solid dan gerak cepat, bukan birokrasi yang berbelit.

"Kesigapan dan kesiapan itu menjadi hal yang sangat penting dalam suasana darurat seperti ini," kata Saan dalam rapat tersebut, Minggu, 16 Agustus 2026.

Pernyataan itu disampaikannya di hadapan jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait yang hadir dalam rapat koordinasi. Ia berharap seluruh elemen bergerak seirama, mengingat dampak gempa dirasakan cukup luas di sejumlah kabupaten di NTT.

Kapasitas Rumah Sakit Kewalahan, RS Lapangan Mendesak

Sorotan tajam juga diarahkan pada sektor kesehatan. Saan menyebut kapasitas rumah sakit yang ada saat ini tidak lagi mencukupi untuk menampung seluruh pasien yang berdatangan. Kondisi ini, lanjutnya, menjadikan keberadaan rumah sakit lapangan sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Ia menginginkan agar pembangunan atau perbaikan fasilitas kesehatan tetap berjalan bersamaan dengan pengoperasian rumah sakit lapangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung penanganan korban selama masa darurat.

Menurutnya, penanganan medis yang cepat dan memadai akan sangat berpengaruh pada proses pemulihan para korban, terutama mereka yang mengalami luka berat akibat gempa.

Nasib 4.000 Pengungsi Menunggu Kepastian

Di luar persoalan medis, Saan juga menyoroti penanganan para pengungsi. Ia menyebut sekitar 4.000 orang masih memerlukan dukungan penuh selama menempati lokasi pengungsian. Jumlah tersebut bukan angka yang kecil dan membutuhkan perhatian serius, terutama terkait kebutuhan sehari-hari.

"Empat ribu pengungsi ini penting penanganannya, terkait dengan kebutuhan sehari-hari. Tadi memang sudah akan ada dapur umum, ini penting juga," ujar Saan.

Menurut Saan, kebutuhan dasar para pengungsi harus dipastikan terpenuhi selama mereka belum dapat kembali ke kediaman masing-masing. Ia juga meminta pemerintah menetapkan target waktu penanganan pengungsi, terutama dengan memperhatikan tingkat kerusakan rumah warga.

"Mana yang rusak ringan, sedang, berat, sehingga pelan-pelan dari 4.000 itu bisa berkurang. Kita harus sudah punya target waktu sampai kapan mereka benar-benar bisa kembali semuanya ke rumah masing-masing," katanya.

Ia menilai percepatan pemulihan tempat tinggal menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi jumlah warga yang masih berada di pengungsian. Semakin cepat rumah warga diperbaiki, semakin cepat pula beban pengungsian berkurang.

Distribusi Logistik dan Ketersediaan Gudang

Saan juga menyoroti proses distribusi bantuan logistik ke daerah-daerah terdampak. Sebelumnya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menyampaikan bahwa pengiriman bantuan sempat terkendala akibat kondisi pelayaran. Hal ini menjadi catatan penting dalam koordinasi penanganan bencana.

Saan menilai ketersediaan gudang dan kelancaran distribusi bantuan perlu menjadi bagian dari koordinasi penanganan bencana. Bantuan yang dibutuhkan para pengungsi mencakup pemenuhan kebutuhan dasar selama mereka tinggal di lokasi pengungsian.

"Selama di pengungsian, itu yang harus kita pastikan kebutuhan dasarnya semua terpenuhi," ujar Saan.

Ia menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh hanya terfokus pada evakuasi dan pelayanan medis semata. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari para pengungsi juga harus mendapat perhatian serius hingga mereka dapat kembali ke rumah masing-masing.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler